Halal Bihalal Yayasan Mambaul Ilmi Surabaya, Perkuat Silaturahmi dan Spirit Keislaman

Ketua Pembina Yayasan, Abuya Muhammad Sumbri (kanan)

 

Surabaya, Lintas Nusantara – Yayasan Pendidikan Mambaul Ilmi Surabaya menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama para wali santri, santriwan-santriwati, serta jajaran ustadz dan ustadzah TPQ Mambaul Ilmi dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Pembina Yayasan, Abuya Muhammad Sumbri ini turut dihadiri majelis binaan, yakni MT Nurul Islam dan Jamiyah Ranting Muslimat NU Embong Kaliasin. Hadir pula para kyai dan alim ulama dari Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (BAKOMUBIN) Kota Surabaya, di antaranya Gus Hanam, Gus Ali Fauzi bersama istrinya Ustadzah Siti Marbaiyah, serta tokoh lainnya.

Selain itu, pengurus MUI Kecamatan Genteng juga turut hadir, yakni Ketua Abah Agus Diyar bersama Ustadz Taufiq dan Abah Abdul Rochim. Kegiatan ini juga diikuti para ustadz dan ustadzah TPQ, seperti Ustadzah Jamilah, Ustadz Samsul, dan Ustadz Makhrus.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Ustadzah Dizah, dilanjutkan pembacaan sholawat Nabi yang dipimpin oleh Abuya Muhammad Sumbri. Suasana khidmat terasa saat seluruh jamaah mengikuti lantunan sholawat bersama.

Ustazah Dizah sebagai pembawa acara kegiatan.

Dalam sambutannya, Abuya Muhammad Sumbri menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi.

“Alhamdulillah, pada siang hari ini Allah SWT kembali mengumpulkan kita bersama para kyai dan ulama, orang-orang yang dekat dengan Allah dan selalu memikirkan umat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa halal bihalal menjadi momentum untuk meluruskan niat dan mempererat hubungan antar sesama.

“Kita hadir di sini dengan niat halal bihalal, saling memaafkan, mempererat silaturahmi antara wali santri, santri, dan seluruh keluarga besar yayasan,” imbuhnya.

Abuya juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, khususnya salat wajib.

“Jangan sampai kita meninggalkan salat wajib. Itu yang utama. Kalau bisa, ditambah dengan salat malam seperti tahajud bagi yang mampu,” pesannya.

Selain itu, ia menegaskan peran penting orang tua dalam mendidik anak-anak agar mencintai Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia.

“Orang tua punya tanggung jawab besar terhadap anak-anaknya. Mari kita arahkan mereka untuk rajin ngaji, mencintai Al-Qur’an, dan menjaga akhlak,” katanya.

Lebih lanjut, Abuya menjelaskan bahwa kegiatan halal bihalal merupakan amalan yang diperbolehkan dalam Islam selama diisi dengan hal-hal positif.

“Perkumpulan seperti ini, diisi dengan sholawat, doa, saling bersalaman, itu semua baik dan diperbolehkan. Justru memperkuat ukhuwah Islamiyah,” jelasnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan BAKOMUBIN dan Ketua MUI Kecamatan Genteng. Acara kemudian ditutup dengan saling bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Mambaul Ilmi Surabaya menegaskan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani melalui program unggulan, salah satunya program Tahfidz Al-Qur’an. Program ini bertujuan membentuk santri yang mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. (fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights