Surabaya , NusantaraDigital.online – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menggelar tahap final penilaian Lomba UMKM Berprestasi Tahun 2026 di Ruang Aria Wiratmaja, Kantor Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Selasa (9/6/2026).
Sejumlah pelaku usaha terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mempresentasikan inovasi, capaian usaha, hingga kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang dipimpin Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin, bersama sejumlah juri dari unsur akademisi, praktisi bisnis, dan stakeholder terkait.Para finalis yang tampil berasal dari beragam sektor usaha, mulai dari industri makanan olahan, rempah-rempah, hingga produk kesehatan berbasis bahan alami.

Beberapa finalis yang mengikuti tahap presentasi di antaranya Abi Culinary Kabupaten Trenggalek, PT Tamaddun Inti Perkasa Kota Mojokerto, dan Aranaspice (PT Sari Bhuwana Nusajaya) Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sesi presentasi, masing-masing peserta memaparkan strategi pengembangan usaha, inovasi produk, peningkatan kualitas produksi, perluasan pasar, hingga dampak sosial yang dihasilkan bagi masyarakat sekitar.
Salah satu peserta dari sektor rempah-rempah mengungkapkan keberhasilannya memperluas pasar ekspor hingga ke Arab Saudi. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan berbagai produk turunan rempah bernilai tambah, termasuk produk kesehatan dan pangan fungsional yang telah menembus pasar internasional.

Dewan juri secara aktif menggali informasi terkait sumber bahan baku, strategi pemasaran, pengembangan inovasi, sertifikasi produk, hingga kesiapan UMKM menghadapi persaingan global. Aspek keberlanjutan usaha dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam proses penilaian.
Tidak hanya menilai performa bisnis, dewan juri juga menyoroti kontribusi UMKM terhadap penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan perempuan, serta keterlibatan pelaku usaha dalam membangun ekosistem ekonomi lokal.
Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan adaptasi sebagai kunci agar UMKM Jawa Timur mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun internasional. Menurutnya, kualitas produk harus diimbangi dengan penguatan branding, kemasan, pemasaran digital, dan keberlanjutan usaha. (why)

