Ketua Koperasi Merah Putih Airlangga Surabaya Harap Dukungan Modal Pemerintah untuk Kembangkan UMKM

Gerai Kopkel Kelurahan Airlangga Kec.Gubeng Surabaya. 

 

Surabaya, Nusantaradigital.online – Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Sulistyani, berharap adanya dukungan modal dari pemerintah agar koperasi yang dipimpinnya dapat berkembang lebih maksimal dan mampu memperkuat ekonomi warga.

Menurut Sulistyani, keterbatasan modal menjadi tantangan utama dalam mengembangkan usaha koperasi, terutama untuk memperluas stok barang dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami ke depan, modal bisa segera diturunkan. Karena dengan modal yang cukup, koperasi bisa bergerak lebih leluasa, menyediakan barang lebih banyak dan harga lebih terjangkau untuk warga,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, selama ini koperasi masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib dari anggota sebagai sumber permodalan. Hingga saat ini, jumlah anggota sekitar 120 orang dengan kontribusi yang masih terbatas.

Meski demikian, koperasi tetap berupaya berjalan dengan membuka usaha penjualan sembako serta memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk menitipkan produk.

“Kita ingin koperasi ini punya wujud nyata. Ada barangnya, ada kegiatannya, jadi masyarakat percaya dan mau bergabung,” katanya.

Sulistyani mengungkapkan, koperasi yang dipimpinnya terbentuk melalui penunjukan dari pihak kelurahan karena dirinya dinilai memiliki pengalaman dalam kegiatan sosial di masyarakat. Koperasi tersebut resmi berdiri pada 28 Mei 2025 dengan melibatkan perwakilan warga dari seluruh RW di Kelurahan Airlangga.

Dalam proses awal, ia bahkan harus menggunakan rumah pribadinya sebagai kantor koperasi untuk memenuhi persyaratan legalitas.

“Karena belum punya tempat, akhirnya saya pakai rumah sendiri. Yang penting koperasi ini bisa berjalan dulu,” ungkapnya.

Perjalanan koperasi tidak mudah. Selain keterbatasan modal, tantangan terbesar adalah mengajak masyarakat untuk menjadi anggota. Sulistyani harus melakukan sosialisasi langsung dari RW ke RW agar warga memahami manfaat koperasi.

“Cari anggota itu tidak gampang. Banyak yang sudah ikut koperasi lain, jadi kita harus terus pendekatan dan memberi pemahaman,” jelasnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk menarik minat warga, mulai dari kegiatan sosial hingga kolaborasi dengan puskesmas untuk layanan kesehatan gratis. Selain itu, koperasi juga aktif mengikuti pelatihan dari Dinas Koperasi guna meningkatkan kapasitas pengelolaan.

Ke depan, Sulistyani menargetkan koperasi dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM di wilayah Airlangga.

“Koperasi ini bukan milik pribadi, tapi milik warga. Harapannya bisa terus berkembang dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights