Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, dalam arahannya menekankan pentingnya konsolidasi dan kesiapan kader perempuan dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Surabaya, Nusantaradigital.online – Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) KPPG Jawa Timur di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya menjadi momentum konsolidasi besar perempuan Partai Golkar. Dalam forum ini, target ambisius 150 kursi DPRD ditegaskan, seiring dorongan agar kader perempuan tak lagi sekadar pelengkap, tetapi tampil sebagai penentu kemenangan politik.
Rakornis yang diikuti sekitar 120 peserta dari pengurus provinsi hingga kabupaten/kota ini mengusung tema “Membangun Kekuatan Perempuan Golkar Jawa Timur yang Solid dan Berdampak.” Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi, jajaran pengurus DPD, serta pimpinan KPPG kabupaten/kota se-Jatim.
Acara diawali dengan menyanyikan Hymne Partai Golkar, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Hj. Nur Istiqomah, memohon kelancaran dan keberkahan kegiatan.

Dalam laporan panitia, disebutkan bahwa Rakornis ini bertujuan menyelaraskan program kerja antara KPPG provinsi dan daerah, sekaligus memperkuat koordinasi organisasi. Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, sebanyak 35 daerah tercatat hadir, sementara dua daerah belum terbentuk kepengurusannya.
Ketua KPPG Jawa Timur, Hj. Mitroatin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran perempuan dalam politik, tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penentu arah kebijakan.
“Populasi perempuan mencapai lebih dari 50 persen, tetapi untuk memenuhi kuota 30 persen saja kita masih menghadapi tantangan. Ini menjadi tugas bersama agar perempuan Golkar benar-benar tampil sebagai pengambil keputusan,” ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh kader perempuan untuk aktif dan berani mengambil peran strategis, termasuk maju sebagai calon legislatif di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi, dalam arahannya menekankan pentingnya konsolidasi dan kesiapan kader perempuan dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia menargetkan peningkatan signifikan jumlah kursi legislatif dari kader perempuan Golkar di Jawa Timur.
“Minimal 30 persen keterwakilan perempuan di DPRD kabupaten/kota dan provinsi harus tercapai. Bahkan, kita punya target penambahan sekitar 150 kursi dari hasil kerja-kerja politik yang sudah kita rancang,” tegasnya.
Ali juga meminta seluruh jajaran KPPG untuk mulai menyiapkan kader sejak dini, baik dari sisi kapasitas maupun strategi politik, agar tidak sekadar memenuhi kuota, tetapi benar-benar mampu bersaing dan memenangkan hati masyarakat.
“Perempuan jangan hanya jadi pelengkap. Harus disiapkan untuk bertarung, merebut kursi, dan menjadi pengambil kebijakan,” tambahnya.

Ketua KPPG Jawa Timur, Hj. Mitroatin.
Rakornis ini juga menjadi ruang diskusi strategis dalam merumuskan langkah-langkah konkret pemberdayaan perempuan di bidang politik, termasuk penguatan kaderisasi dan manajemen organisasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan forum diskusi yang menghadirkan narasumber dari internal partai. (why)

