Career Day 2025 di Telkom University Surabaya, Disnakertrans Jatim Dorong Penyerapan Tenaga Kerja dan Akses Inklusif bagi Disabilitas

Surabaya, Nusantaradigital.online – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur bersama Telkom University Surabaya menggelar Career Day 2025 sebagai upaya menekan tingkat pengangguran sekaligus memperluas kesempatan kerja secara inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Acara yang berlangsung di Aula Telkom University Surabaya ini dihadiri Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto, Direktur Telkom University Surabaya Dr. Muhammad Yanuar Hariawan, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta) Disnakertrans Jatim Purwanti Utami, serta perwakilan BP3MI, BLK, asosiasi industri, dan 20 perusahaan peserta pameran kerja.

Dalam laporannya, Purwanti Utami menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Disnakertrans Jatim untuk menurunkan angka pengangguran terbuka di provinsi ini.

“Selain Career Day hari ini, Disnakertrans Jatim akan menggelar Job Fair berskala besar pada 30 September–1 Oktober 2025 di Dyandra Surabaya. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus mendorong lahirnya kemitraan inklusif bagi penyandang disabilitas,” ujar Purwanti.

Ia juga menyebutkan bahwa pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Telkom University Surabaya dengan Disnakertrans Jatim terkait pengembangan platform “Jatim Bisa” — sebuah basis data ketenagakerjaan inklusif yang memuat informasi lowongan kerja, termasuk bagi tenaga kerja penyandang disabilitas.

Tercatat 21 booth perusahaan membuka 162 lowongan dengan total 402 kebutuhan tenaga kerja, termasuk 12 lowongan khusus untuk penyandang disabilitas. Bidang industri yang berpartisipasi meliputi manufaktur, teknologi informasi, jasa, perkapalan, distribusi, dan pelatihan kerja luar negeri.

Direktur Telkom University Surabaya, Dr. Muhammad Yanuar Hariawan, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

“Pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kuliah saja. Kami ingin memastikan lulusan siap menghadapi dunia kerja, bahkan menjadi pencipta lapangan kerja. Career Day ini sekaligus memperluas akses kerja bagi penyandang disabilitas melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Yanuar.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto menekankan bahwa pemerintah terus mendorong efisiensi sekaligus perluasan akses pelatihan dan informasi ketenagakerjaan.

“Agenda hari ini adalah wujud kolaborasi nyata. Ke depan, segmen yang kami bidik tidak hanya pencari kerja umum, tapi juga calon pekerja migran, tenaga kerja rumah tangga, hingga penyandang disabilitas. Semua harus difasilitasi dengan basis data digital agar mudah diakses dan terhubung dengan kebutuhan industri dalam dan luar negeri,” tegas Sigit.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Telkom University Surabaya yang menyediakan tempat, sarana digital, dan dukungan penuh terhadap pengembangan keahlian pencari kerja. “Dengan pelatihan berbasis teknologi, ke depan tenaga kerja kita bisa lebih mandiri, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja global,” tambahnya.

Dr. Yanuar menambahkan, kampus memiliki tanggung jawab sosial dalam mencetak talenta digital sekaligus memberi dampak bagi masyarakat.

Career Day ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja dan perusahaan, tetapi juga menjadi tolok ukur untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi para pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas. Harapannya, peluang kerja bisa tersalurkan dengan lebih tepat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights