Sapeken Bergerak, Upaya Bersama Cegah Campak di Sumenep

Sumenep, Nusantaradigital.online – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meningkatkan status penyakit campak di Kabupaten Sumenep menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah tercatat 2.035 kasus dengan 17 korban meninggal di wilayah paling timur Pulau Madura tersebut.

Staf medis Puskesmas Sapeken, Mabnu A.Md, menjelaskan, salah satu langkah penanganan KLB adalah melalui Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal campak di Kecamatan Sapeken.

“Pelaksanaan ORI campak menyasar anak usia 9 bulan hingga 7 tahun atau setara kelas 1 SD dengan total sasaran 3.194 anak. Kegiatan dilaksanakan selama tiga minggu, dua minggu untuk pelaksanaan dan satu minggu penyisiran,” terang Mabnu.

Ia berharap ke depan kasus campak dapat dicegah melalui imunisasi rutin. “Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, hingga anak kelas 1 SD. Kami mengimbau orang tua untuk memanfaatkan posyandu terdekat atau menghubungi puskesmas,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari unsur keamanan. Danramil Sapeken, Yoyok, menegaskan TNI-Polri siap bersinergi dengan pihak terkait. “Kami diminta melakukan pendampingan dan pengawalan agar kegiatan ORI campak berjalan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mencegah penyebaran campak sebelum meluas,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Sapeken 1, Mohamad Darus, S.Pd.SD, mengapresiasi langkah cepat Puskesmas Sapeken.

 

“Kami berterima kasih atas kepedulian puskesmas yang telah melakukan imunisasi di sekolah kami, khususnya bagi siswa kelas 1. Ini langkah penting melindungi anak-anak dari campak,” ungkapnya. (buhari)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights