Surabaya, Nusantaradigital.online – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang perizinan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Ruang Utama 2 Disnakertrans Jatim, Selasa (5/8/2025), pemerintah daerah menegaskan komitmennya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas layanan.
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, menekankan bahwa forum ini bukan hanya sekadar sosialisasi regulasi, tetapi juga wadah membangun pemahaman bersama antara pemerintah dan dunia usaha. “Prosedur perizinan TKA harus dipahami secara utuh, agar tidak menimbulkan masalah di lapangan. Forum ini kami harapkan dapat memperkuat sinergi dan menjadi solusi bersama untuk menciptakan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha sangat penting untuk mengidentifikasi hambatan yang terjadi di lapangan. “Kami ingin mendorong terciptanya layanan publik yang tidak hanya taat aturan, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta forum juga mendapatkan materi tentang “Standar Ideal Pelayanan Publik di Jawa Timur” yang dipaparkan oleh Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jatim. Materi ini menjadi acuan penting dalam penyusunan standar operasional layanan, termasuk perizinan TKA di lingkungan Disnakertrans.
Acara ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui FKP ini, diharapkan terbentuk ruang dialog yang partisipatif dan berkesinambungan, sehingga ke depan layanan perizinan TKA di Jawa Timur semakin efektif, efisien, dan terpercaya.
“Momentum ini sangat tepat untuk membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kami ingin menjadikan layanan publik di Jatim sebagai contoh pelayanan yang berintegritas dan profesional,” pungkas Sigit. (why)

