Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk mengawal tuntutan buruh, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Surabaya, Nusantaradigital.online — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Jawa Timur berlangsung kondusif namun penuh aspirasi. Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja menyuarakan tuntutan kesejahteraan, mulai dari revisi undang-undang ketenagakerjaan hingga akses pendidikan dan perumahan.
Perwakilan buruh, Jazuli, menegaskan bahwa buruh Jawa Timur tetap mengedepankan aksi damai namun tidak mengurangi semangat perjuangan.
“Kita cinta damai, tapi tetap menyampaikan aspirasi. Jawa Timur harus menjadi contoh kesejahteraan buruh di Indonesia,” ujarnya dalam orasi.
Sementara itu, Ali Fauzi menyampaikan bahwa terdapat sembilan tuntutan utama buruh yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu poin penting adalah desakan agar pemerintah pusat segera menuntaskan revisi undang-undang ketenagakerjaan sesuai amanat putusan Mahkamah Konstitusi.

“Waktu yang diberikan Mahkamah Konstitusi tinggal sekitar beberapa bulan lagi. Kami minta Gubernur mengirimkan surat resmi kepada Presiden,” tegasnya.
Selain itu, buruh juga mendorong peningkatan kesejahteraan, termasuk:
- Kenaikan nilai manfaat seperti THR dan perlindungan pekerja
- Prioritas pendidikan bagi anak buruh di SMA/SMK negeri minimal 5%
- Jaminan pesangon dan perlindungan kerja
- Penyediaan perumahan bagi buruh
Ali Fauzi juga mengapresiasi beberapa kebijakan Pemprov Jatim yang dinilai pro-buruh, termasuk afirmasi pendidikan bagi anak pekerja.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk mengawal tuntutan buruh, baik di tingkat daerah maupun pusat.
“Tidak ada Jawa Timur yang sejahtera tanpa buruh yang sejahtera,” tegas Khofifah di hadapan massa aksi.
Ia juga mengapresiasi kondusivitas buruh selama tujuh tahun terakhir yang dinilai berkontribusi besar terhadap stabilitas pembangunan di Jawa Timur.
“Kondusifnya buruh tidak akan melunturkan semangat perjuangan. Justru ini menjadi kekuatan besar dalam membangun Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah memastikan akan:
- Mengirim surat ke Presiden terkait revisi UU Ketenagakerjaan
- Mengawal program perumahan buruh bersama pemerintah pusat
- Memperluas akses pendidikan anak buruh
- Mengoptimalkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan
Dalam penjelasannya, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah menjalankan sejumlah program afirmatif, termasuk kuota khusus bagi anak buruh untuk masuk sekolah negeri. Namun, realisasinya masih belum merata.
“Target 5 persen itu belum tercapai merata. Tahun 2025 baru sekitar 1,33 persen yang terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov juga tengah menyiapkan:
- Pembukaan koridor baru Trans Jatim di wilayah Pasuruan
- Skema subsidi perumahan buruh bersama Kementerian terkait
- Penguatan jaminan sosial tenaga kerja
Dalam waktu dekat, pemerintah pusat melalui Menteri Perumahan dijadwalkan hadir di Jawa Timur untuk membahas solusi konkret terkait kebutuhan hunian buruh.
Peringatan May Day 2026 di Jawa Timur ditutup dengan penyerahan santunan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan, meliputi jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, hingga beasiswa bagi keluarga buruh.
Momentum ini menjadi bukti bahwa hubungan antara buruh dan pemerintah di Jawa Timur tetap terjaga dalam dialog yang konstruktif.
Dengan berbagai tuntutan yang telah disampaikan, buruh berharap komitmen pemerintah tidak berhenti pada janji, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata. (why)

