Malang , Nusantaradigital.online — Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang Provinsi Jawa Timur terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas daerah sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas inflasi serta mendorong peningkatan investasi di wilayah Jawa Timur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Investasi Regional Investor Relation Unit (RIRU) bersama Kabupaten/Kota di wilayah kerja Bakorwil Malang yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Selasa (5/5).
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, menegaskan bahwa tantangan ekonomi saat ini menuntut respons yang cepat, adaptif, dan terkoordinasi antar daerah.
Stabilitas harga dan penguatan investasi harus berjalan beriringan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi lintas daerah menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks,” ujarnya.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Jawa Timur pada awal tahun 2026 berada pada kisaran 3,2–3,7 persen (year on year) dan masih dalam rentang terkendali sesuai sasaran nasional.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur diproyeksikan mencapai 4,9 hingga 5,7 persen, yang didorong oleh konsumsi dan investasi.Asep menjelaskan, pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan kebutuhan pokok.“Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang diambil benar-benar efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Selain pengendalian inflasi, Bakorwil Malang juga mendorong penguatan peran RIRU dalam mengoptimalkan potensi unggulan daerah menjadi peluang investasi yang konkret dan berdaya saing. Wilayah kerja Bakorwil Malang memiliki keunggulan di sektor pertanian, pariwisata, industri kreatif, serta ekonomi digital yang perlu terus dipromosikan secara terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas TPID dan RIRU semakin meningkat, baik dalam membaca dinamika ekonomi maupun dalam merumuskan kebijakan yang inovatif, khususnya dalam pengendalian inflasi berbasis ketahanan pangan dan pemanfaatan teknologi digital.Bakorwil Malang juga menegaskan perannya sebagai simpul koordinasi yang menghubungkan antar daerah untuk memperkuat sinergi, mempercepat arus komunikasi, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan penguatan sinergi dan kolaborasi lintas daerah ini, Bakorwil Malang optimistis stabilitas ekonomi daerah dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur. (Why)

