Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2026 Resmi Digelar di Grand City Surabaya, Angkat Semangat “Living with Wastra and Fabric”

Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, saat memberikan arahan sekaligus membuka acara. 

 

Surabaya, Nusantaradigital.online – Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2026 resmi dibuka di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Memasuki penyelenggaraan ke-21, event tahunan tersebut kembali menjadi wadah promosi produk batik, bordir, tenun, dan fesyen kreatif terbesar di Indonesia bagian timur.

Acara pembukaan berlangsung semarak dan diawali dengan sapaan multikultural serta pantun khas Nusantara yang dibawakan pembawa acara, Fanny Patricia.

“Ke Kota Lama melihat pameran, karya Nusantara indah mempesona. Selamat datang di event kebanggaan, Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2026,” ucapnya yang langsung disambut antusias para tamu undangan dan pengunjung.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Penasihat DWP Kemenkop RI Fatmawati, Konsul Jenderal RRT Mr. Li, perwakilan Konsulat Jepang, jajaran organisasi perempuan, kepala OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta para pengurus Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Turut hadir pula Ketua Ikatan Wanita Perbankan Komisariat Jawa Timur, Ikatan Istri Karyawan Bank Jatim, Dharma Wanita Persatuan, Persit Kartika Chandra Kirana, hingga komunitas perempuan dan pelaku UMKM kreatif.

PT Jatim Expo Mitra Utama kembali dipercaya menyelenggarakan pameran tahunan tersebut sebagai ajang promosi dan penguatan industri kreatif berbasis budaya.

Tahun ini, Batik Bordir dan Aksesoris Fair mengangkat tema “Living with Wastra and Fabric” yang menegaskan bahwa wastra Indonesia tidak hanya hadir sebagai busana, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat.

“Wastra dan kain Indonesia tidak hanya sekadar busana, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Wastra hadir secara modern dan relevan dalam keseharian tanpa meninggalkan akar tradisi Nusantara,” disampaikan dalam pembukaan acara.

Pameran tersebut menghadirkan beragam produk unggulan UMKM mulai dari batik, bordir, tenun, aksesori, hingga produk fesyen kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Suasana opening ceremony semakin meriah dengan penampilan Tari Ning Ukita dari Sanggar Tari Kalimas. Tarian tersebut menggambarkan sosok perempuan Surabaya yang tangguh, gigih, santun, dan memiliki daya juang tinggi.

“Ning” dimaknai sebagai perempuan Surabaya yang kuat dan berkarakter, sementara “Ukita” merepresentasikan pejuang ikan di Surabaya yang mencerminkan semangat masyarakat pesisir. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights