Mataram, Nusantaradigital.online — Dalam rangka memperkuat konektivitas perdagangan antardaerah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan komitmennya terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dengan mendukung gelaran Misi Dagang dan Investasi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bertempat di Hotel Lombok Raya, kegiatan ini berlangsung pada Rabu (10/7) dan mempertemukan pelaku usaha dari Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, dan Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman. Dalam kesempatan ini, Bank Jatim membawa serta tiga UMKM binaannya yang menampilkan produk unggulan khas Jatim, yakni batik dari Batik Hariyani, bawang goreng dari RJS, dan cokelat dari Cokelat Mojopahit.

Arif Suhirman menjelaskan, misi dagang menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli potensial dari luar daerah. Selain memperluas jaringan pasar, kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran sosial dan budaya. “Ini adalah salah satu bentuk nyata dukungan Bank Jatim terhadap UMKM. Kami hadir untuk membantu mereka naik kelas, dari sisi pemasaran, pembiayaan, hingga pendampingan,” ungkapnya.
Menurut Arif, UMKM menyimpan potensi besar sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Karena itu, Bank Jatim terus mempercepat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelaku usaha. “Sebagai bank daerah, komitmen kami jelas: mendukung UMKM agar tumbuh secara berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global,” tegasnya.
Kegiatan misi dagang kali ini juga diramaikan dengan Seni Pertunjukan Wastra Batik dari UMKM binaan Bank Jatim asal Jember, Batik Tulis Hariyani. Busana batik bermotif Alun Baruno, Pandalungan Jember, dan Sekar Langon ditampilkan memukau oleh para Raka–Raki Jawa Timur.
“Melalui pertunjukan ini, kami ingin mengajak generasi muda mencintai warisan leluhur sekaligus mempromosikan batik Indonesia ke pentas dunia,” kata Arif.
Dari sisi capaian ekonomi, misi dagang di NTB sukses membukukan nilai transaksi fantastis sebesar Rp 1,068 triliun, menjadikannya yang tertinggi sepanjang tahun 2025. Hal ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyebut bahwa misi dagang merupakan bagian dari strategi perluasan pasar dalam negeri, terutama untuk memperkuat distribusi bahan pokok dan efisiensi logistik antarpulau.
“Kami ingin mendorong integrasi pasar dalam negeri. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mewujudkan perdagangan yang kuat antarwilayah,” ujarnya.
Data tahun 2023 menunjukkan bahwa neraca perdagangan Jatim–NTB surplus sebesar Rp 5,29 triliun. Hal ini mencerminkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.
“Kami optimistis misi dagang ini akan membuka peluang usaha baru dan mempererat jaringan bisnis antarprovinsi,” imbuh Khofifah.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyambut baik inisiatif ini. “NTB siap menjadi mitra strategis dan penyedia bahan baku andal bagi Jawa Timur. Relasi dagang seperti ini akan saling mengisi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua wilayah,” pungkasnya. (why)

