Demo Damai Sopir Truk di Surabaya Berakhir Tertib, Polda Jatim: Situasi Kondusif, Tak Ada Aksi Susulan

Surabaya, Nusantaradigital.online — Aksi damai ratusan sopir angkutan yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) mewarnai halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dan Ditlantas Polda Jatim, serta berakhir di depan Kantor Gubernur Jawa Timur pada Kamis (19/6). Aksi ini menjadi bentuk desakan atas belum tuntasnya penanganan isu kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan berbagai persoalan kesejahteraan serta perlindungan hukum terhadap para sopir.

 

Angga Firdiansyah, perwakilan GSJT, menyatakan bahwa para sopir menolak tindakan di lapangan yang dinilai tidak sesuai dengan nota kesepahaman tahun 2022. Nota tersebut menyatakan bahwa tidak akan ada penindakan selama masa sosialisasi kebijakan ODOL masih berlangsung.

 

“Kesepakatan itu jelas dan ditandatangani. Tapi kenyataannya, masih ada tindakan di lapangan. Kami tidak menolak penertiban, kami hanya ingin proses ini adil dan sesuai prosedur. Kami tetap aksi secara damai,” tegas Angga dalam wawancara usai audiensi dengan Dishub dan Ditlantas.

 

Dalam aksinya, GSJT menyampaikan enam tuntutan utama:

  • Hentikan operasi penindakan ODOL selama masa sosialisasi

  • Tetapkan regulasi yang adil terkait ongkos angkutan logistik

  • Revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009

  • Berikan perlindungan hukum kepada para sopir

  • Berantas premanisme dan pungutan liar di jalanan

  • Terapkan kesetaraan perlakuan hukum terhadap seluruh pelaku transportasi.

Setelah melakukan aksi damai yang berlangsung sejak Kamis malam, massa mulai membubarkan diri secara tertib pada Jumat (20/6) dini hari. Proses pembubaran berlangsung aman setelah tercapai kesepakatan sementara dengan pihak kepolisian.

 

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyampaikan bahwa aparat kepolisian turut memfasilitasi jalannya mediasi serta mengawal kepulangan massa aksi ke daerah masing-masing.

 

“Kami membantu mediasi dan pengawalan agar para peserta aksi dapat kembali ke lokasi masing-masing dengan tertib dan aman,” ujar Kombes Iwan.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi di sekitar Tugu Pahlawan Surabaya telah kembali kondusif pada Jumat pagi. Arus lalu lintas normal dan tidak ada aktivitas massa lanjutan.

 

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada informasi tentang rencana aksi susulan. InsyaAllah besok situasi tetap kondusif,” imbuh Iwan.

 

Aksi damai ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan pemangku kepentingan akan pentingnya komunikasi yang setara dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja sektor transportasi, terutama sopir truk yang menjadi tulang punggung logistik nasional. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights