Karhutla Meluas, BPBD Jatim Masif Lakukan Upaya Penanganan Serius

Provinsi Jawa Timur kini dihadapkan pada ancaman serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Sidoarjo, Nusantaradigital.online – Provinsi Jawa Timur kini dihadapkan pada ancaman serius akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

 

Kondisi ini telah mengakibatkan dampak ekologis yang signifikan, mengancam kesehatan masyarakat, dan memicu krisis udara. Pihak berwenang dan lembaga terkait telah mengerahkan semua upaya untuk mengatasi karhutla dan melindungi lingkungan serta warga.

 

Meskipun upaya penanganan terus berlanjut, situasi karhutla masih mengkhawatirkan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak berwenang, dan menghindari aktivitas di luar ruangan yang dapat membahayakan kesehatan akibat asap tebal.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama dengan semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk melakukan segala upaya yang diperlukan untuk mengendalikan dan memadamkan karhutla ini. Peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan juga sangat diharapkan untuk menjaga kelestarian lingkungan Jawa Timur.

 

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto saat ditemui dikantornya mengungkapkan bahwa telah dilaksanakan rapat koordinasi (Rakor) di Ngawi pada tanggal (4/10) bahwa kebakaran yang terjadi di gunung lawu sudah berdampak pada wilayah lain. Selain di Ngawi, ada Magetan dan Karanganyar.

 

“Perlu dibentuk yang namanya satgas bersama dimana ada BPBD Jawa Timur dan juga BPBD Jawa Tengah serta melibatkan 3 wilayah terdampak yaitu Ngawi, Magetan dan Karanganyar. Tentu akan melibatkan TNI/Polri, forum relawan yang ikut aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Lawu,”ungkapnya.

 

Lanjut Gatot, hingga kemarin yang terdampak total sudah mencapai 2000 hektar, di Kabupaten Ngawi, 1250 hektar, lalu di Magetan 700 hektar dan di Karanganyar  sudah mencapai 40 hektar.

 

Upaya yang sudah dilakukan yakni memaksimalkan water bombing. “Kemarin kita upaya masuk ke Karangayar terkendala dengan cuaca. Sehingga dicoba hari ini lagi, bahkan setiap hari kita sudah berupaya untuk memadamkan wilayah perbatasan,”jelasnya.

 

Ada beberapa hal yang membuat water bombing itu gagal untuk perbatasan, manurut Gatot, yaitu kecepatan angin yang tinggi serta adanya cuaca kabut yang tidak bisa ditembus oleh helikopter sehingga akhirnya kembali lagi ke pangkalan.

 

“Alhamdulillah keterlibatan semua pihak baik itu tni, polri, BPBD, relawan maupun OPD terkait dalam hal penguatan di tim darat untuk melakukan ilaran ataupun penyekatan agar api tidak menyebar ke wilayah yang baru itu sangat aktif, dimana nampak dari jumlah personel yang selalu ikut, dengan rincian Kab. Ngawi 700 personel, Kab. Magetan 400 personel dan Karanganyar 200 personel,”jelas Gatot yang juga Ketua Satgas Water Bombing.  

 

Diharapkan nanti pihaknya akan selalu berkoordinasi dan berupaya agar kegiatan water bombing bisa merata di tiga wilayah tersebut. “Kita tidak ingin api yang ada itu semakin membesar dan akan mempersulit kita dalam hal pemadaman,”katanya.

 

Sementara untuk upaya lain, BPBD Jatim sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) untuk ketersediaan bibit awan. “Apakah sudah layak dilakukan TMC atau tidak kita masih berkoordinasi dengan teman – teman BMKG. Kalau teman – teman BMKG menyatakan oke baru kita laksanakan,”katanya.

 

Untuk penanggulangan bencana karhutla yang terjadi di Lawu disampaikannya akan terus mensupport baik itu dari sisi darat maupun dari water bombing.

Dari sisi darat, di Ngawi Kasatgasnya adalah Dandim setempat,  untuk tim darat Ngawi yang dikomandani Kodim sudah terus bergerak hingga kini untuk melakukan pemadaman.

 

Harapannya semua kegiatan agar dilakukan secara maksimal baik itu BPBD dan semua pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi maupun media dan juga masyarakat, dan semua harus dilakukan secara bersama-sama.

 

“Saat ini, seperti kebakaran hutan dan lahan kita semua harus menjaga agar jangan melakukan kegiatan membakar api di tengah alam bebas,”harapnya.

 

Kedepan jika karhutla ini selesai akan dilakukan upaya penanaman kembali serta menebar benih di wilayah-wilayah yang bekas terbakar,”jelasnya.

 

Di tempat terpisah Wahyu Eka Styawan (Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur) mengapresiasi BPBD seluruh Jawa Timur dan seluruh elemen yang tengah berjuang untuk memadamkan api.

 

“Kami turut prihatin dan mengapresiasi BPBD Provinsi Jawa Timur serta seluruh elemen yang  tengah berjibaku mengerahkan tenaga, pikiran dan waktu untuk memadamkan api yang tengah melahap kawasan hutan di Jawa Timur,”ungkapnya.

 

Data Walhi Jawa Timur, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur memasuki fase waspada. Tercatat ada hampir sekitar 13 kabupaten/kota yang mengalami kejadian ini, seperti Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Bojonegoro, Tuban, Mojokerto, Kota Batu, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Ngawi, Lumajang hingga Pasuruan. Mayoritas pusat kejadian ini berada di kawasan hutan, baik produksi, lindung maupun di area taman nasional.

 

Menurutnya, Karhutla di Jawa Timur bukan yang pertama terjadi, kita bisa menelisik ke belakang sejenak. Merujuk pada data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tahun 2018 ada sekitar 8.886 hektar, lalu meningkat menjadi 10.508 hektar pada tahun 2019. Sementara di tahun ini diperkirakan lebih dari 5000 hektar hutan yang terbakar sejak bulan Juli hingga September 2023.

 

Meski tampaknya lebih rendah, tetapi yang perlu digaris bawahi adalah luasan hutan di Jawa Timur juga mengalami penurunan sejak 2019 lalu. Perkiraan ada sekitar 150-400 hektar hutan di Jawa Timur yang mengalami deforestasi pada 2022-2023 ini.

 

Sejak 2018-2019 Jawa Timur telah kehilangan hutan cukup luas yang mencapai 5.066 hektar, jika ditotal dengan area hutan rakyat dapat mencapai 5.804,7 hektar. Penurunan tersebut bukan pencapaian, melainkan memang kawasan hutan di Jawa Timur berkurang signifikan. (why)

 

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights