Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) dan Jaminan Sosial (Jamsos) Disnakertrans Jatim, Sugeng Lestari (tengah) bersama Kadisnakertrans Jatim Sigit Priyanto.
Surabaya, Nusantaradigital.online – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur menggelar rapat finalisasi persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Ruang Wawasan, Kantor Disnakertrans Jatim, Selasa (28/4).
Kegiatan ini dihadiri lintas instansi sebagai bentuk koordinasi untuk memastikan peringatan May Day pada 1 Mei 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) dan Jaminan Sosial (Jamsos) Disnakertrans Jatim, Sugeng Lestari, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mengingat potensi pergerakan massa buruh cukup besar.
“Informasi awal dari teman-teman serikat pekerja memang cukup besar, bahkan bisa puluhan ribu. Namun biasanya realisasi di lapangan tidak sampai itu, berkisar 3.000 sampai 5.000 orang,” ujarnya usai rapat.
Menurut Sugeng, titik kumpul massa diperkirakan berada di kawasan Waru, Sidoarjo, sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya. Pergerakan massa dilakukan secara bertahap dengan orasi, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
“Biasanya mereka berjalan pelan sambil orasi. Dari pengalaman sebelumnya, massa tiba di kantor gubernur sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi eskalasi massa, Disnakertrans Jatim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan. Keterlibatan UPT dan OPD terkait juga diperkuat guna mendukung kelancaran kegiatan.
“Kami bersama semua pihak berupaya memfasilitasi agar kegiatan ini berjalan lancar. Mulai dari pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga layanan kesehatan sudah kami siapkan,” tambahnya.
Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung juga disediakan, seperti konsumsi dan layanan dasar bagi peserta aksi. Pemerintah menegaskan bahwa perannya adalah sebagai fasilitator agar aspirasi buruh dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Terkait tuntutan, Sugeng mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada tuntutan lokal yang masuk secara resmi. Namun, isu-isu nasional diperkirakan tetap menjadi fokus utama dalam aksi buruh tahun ini.
“Untuk tuntutan lokal masih belum kami terima. Biasanya menjelang hari H baru disampaikan melalui surat resmi. Yang jelas, isu nasional seperti ketenagakerjaan dan putusan Mahkamah Konstitusi tetap menjadi perhatian,” katanya.
Ia juga menyoroti potensi isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sempat mengemuka secara nasional. Meski demikian, pihaknya berharap hubungan industrial tetap kondusif melalui dialog antara pekerja dan pengusaha.
“Harapannya tentu tidak ada PHK, perusahaan tetap berjalan baik, dan pekerja juga sejahtera. Ini yang kita dorong melalui kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Mengusung semangat “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, peringatan May Day 2026 di Jawa Timur diharapkan menjadi momentum positif, bukan hanya ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga penguatan sinergi antara pekerja, pemerintah, dan pengusaha.

Sugeng juga mengimbau peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, termasuk memperhatikan waktu ibadah, mengingat peringatan May Day tahun ini bertepatan dengan hari Jumat.
“Kami mengingatkan agar teman-teman juga memperhatikan pelaksanaan salat Jumat. Teknisnya tentu disesuaikan di lapangan,” pungkasnya. (why)

