Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto.
Malang, Nusantaradigital.online – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Grand Paviliun di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Provinsi Jawa Timur, Rabu (22/4). Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan berstandar tinggi di dalam negeri.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kehadiran Grand Paviliun merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, khususnya bagi segmen menengah ke atas (middle-up), sekaligus upaya menekan tren berobat ke luar negeri.
“Kalau tidak kita siapkan layanan dengan kualitas tertentu, masyarakat akan mencari hingga ke luar negeri. Karena itu, fasilitas ini menjadi solusi agar mereka cukup berobat di dalam negeri,” ujarnya.
Gedung Grand Paviliun berdiri megah dengan tujuh lantai dan luas sekitar 15.000 meter persegi. Pembangunannya menelan investasi hampir Rp150 miliar yang seluruhnya berasal dari pendapatan mandiri RSSA, tanpa menggunakan APBD maupun APBN.
Saat ini, fasilitas tersebut dilengkapi 77 tempat tidur dan didukung 202 tenaga medis, terdiri dari 61 dokter spesialis serta 141 dokter subspesialis dan konsultan.
Grand Paviliun mengusung konsep layanan terintegrasi atau one stop service. Dalam satu gedung, tersedia ruang perawatan modern, ruang operasi terpadu, hingga layanan farmasi, sehingga pasien tidak perlu berpindah lokasi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Dengan sistem terintegrasi ini, pasien yang membutuhkan tindakan operasi tidak perlu dipindahkan antar gedung, sehingga prosesnya jauh lebih efisien dan nyaman,” jelas Khofifah.
Ia juga menambahkan bahwa RSSA telah menjadi rumah sakit rujukan utama, khususnya untuk laboratorium terintegrasi yang melayani berbagai rumah sakit dari dalam maupun luar Jawa Timur. Dengan tambahan fasilitas premium ini, Khofifah optimistis RSSA mampu bersaing di level internasional.
“Tidak perlu ke Singapura atau Malaysia, cukup ke Grand Paviliun RSSA,” tegasnya.
Selain itu, Khofifah mendorong rumah sakit di bawah naungan Pemprov Jatim untuk terus berinovasi, terutama dalam sistem pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan melalui konsolidasi lintas daerah guna meningkatkan efisiensi dan menjamin ketersediaan.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi langkah Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Malang Raya.
“Grand Paviliun ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang lebih modern, representatif, serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pasien,” ujarnya.
Direktur RSSA Mochamad Bachtiar Budianto menyebut pembangunan Grand Paviliun sebagai bagian dari strategi diversifikasi layanan untuk mendukung keberlanjutan operasional rumah sakit.
“Kehadiran gedung ini menjadi strategi diversifikasi layanan yang diharapkan memberikan kontribusi pendapatan berkelanjutan bagi operasional rumah sakit,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan Grand Paviliun juga sejalan dengan visi “Jatim World Class Hospital Collaboration”, yakni menghadirkan layanan rumah sakit dengan standar internasional di Jawa Timur.
Sejak mulai beroperasi pada 2025, Grand Paviliun telah mencatat 13.906 kunjungan klinik dan 2.356 kunjungan rawat inap. Tiga ruang operasi yang aktif sejak Februari juga telah melayani puluhan tindakan medis.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut meninjau berbagai fasilitas unggulan RSSA, mulai dari laboratorium sentral dengan sistem robotik otomatis, instalasi radiologi dengan MRI 1.5 Tesla, ruang operasi, ICU, hingga ruang rawat inap VVIP. (why)

