Pesan Tegas di Harlah ke-80, Khofifah Indar Parawansa Minta Muslimat NU Berubah Total

Ketua umum, Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

 

Tak cukup dakwah, Muslimat NU didorong kuatkan ekonomi dan konsolidasi hingga tingkat ranting.

 

Surabaya, Lintas Nusantara – Peringatan Harlah ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada Jumat, 17 April 2026 di Gedung Islamic Center Surabaya berubah menjadi panggung seruan perubahan. Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jawa Timur menegaskan organisasi perempuan ini harus melakukan transformasi menyeluruh, tidak lagi berjalan dengan pola lama.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga tingkat paling bawah, mulai dari pimpinan cabang, ranting, hingga anak ranting.

“Perubahan harus dimulai dari akar rumput. Semua pengurus harus saling mengenal, solid, dan bergerak bersama,” tegasnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (tengah), Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Lilik Fadhilah (kanan). 

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan Muslimat NU tidak hanya terletak pada dakwah keagamaan, tetapi juga harus diperkuat dengan kemandirian ekonomi. Menurutnya, dakwah di era saat ini tidak cukup hanya dengan ceramah (bil lisan) dan aksi sosial (bil hal), namun juga perlu didukung kekuatan ekonomi (bil maal).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut membagikan refleksi pengalaman bersama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang menekankan pentingnya keseimbangan dalam perjuangan umat.

“Mengurus umat itu membutuhkan biaya. Maka dakwah juga harus diperkuat secara ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Lilik Fadhilah menegaskan bahwa momentum Harlah ke-80 ini menjadi titik awal untuk melakukan pembenahan internal organisasi. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penguatan kapasitas kader melalui pelatihan, termasuk pelatihan jurnalistik bagi pengurus di tingkat bawah.

“Ke depan, setiap ranting dan anak ranting harus aktif, tidak hanya administratif, tetapi juga produktif dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi kader di tingkat bawah juga terlihat kuat. Salah satunya dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Genteng yang mengirimkan 25 peserta dari lima ranting untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bukti soliditas dan antusiasme kader dalam menyambut momentum Harlah ke-80 Muslimat NU.

Kader Muslimat NU se Kota Surabaya yang hadir di Islamc Center Surabaya, Jumat (17/4). 

Ketua PAC Genteng, Miftahul Jannah, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk komitmen dalam mendukung arah perubahan yang disampaikan dalam forum tersebut.

“Kami dari PAC Genteng siap menindaklanjuti arahan yang disampaikan, terutama dalam penguatan organisasi di tingkat ranting dan pemberdayaan kader. Momentum Harlah ini menjadi penyemangat bagi kami untuk bergerak lebih aktif,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Adhy Karyono, Ketua PCNU Surabaya KH Masduki Toha serta perwakilan Bank Syariah Indonesia yang turut mendukung penguatan ekonomi berbasis syariah di lingkungan Muslimat NU.

Selain sambutan, kegiatan juga diisi dengan ceramah agama oleh KH Abdullah Syamsul Arifin yang mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan serta menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan sesama manusia. (fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights