Sumenep, Nusantaradigital.online –
Masyarakat same Bajau(Bajo),di Indonesia untuk pertamakalinya bergema di forum internasional.Di dalam penelitian budaya dan identitas masyarakat laut same Bajau.Posbi sebagai organisasi nasional yang memperjuangkan hak budaya eksistensi masyarakat Bajau(Bajo)
Menurut pernyataan Saiful Badri sebagai pimpinan POSBI Jawa timur menyatakan
Event ini merupakan wujud nyata dari semangat masyarakat Bajoe untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya leluhur kita. Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga cermin jati diri dan kekuatan kita dalam menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Bajoe—mulai dari kesenian, adat istiadat, hingga kearifan lokal—agar dapat dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda. Karena kita percaya, bahwa masa depan yang kuat hanya dapat dibangun dengan pondasi jati diri yang kokoh.
Tema “Rangkul Masa Depan, Kuatkan Jatidiri & Lestarikan Budaya Bajoe” menjadi ajakan bagi kita semua untuk tidak hanya bangga pada budaya, tetapi juga menjadikannya sumber inspirasi dalam membangun kemajuan. Di tengah arus modernisasi, kita tidak boleh kehilangan akar. Justru dengan menjaga budaya, kita dapat berjalan tegak menyongsong masa depan cerah
Harapan kami semua ketua dan semua masyarakat
Semoga Event ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya Bajoe, dan menumbuhkan kebanggaan akan kekayaan budaya Nusantara, khususnya di Kecamatan Sapeken yang kita cintai seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya Bajoe ini dengan penuh semangat, kegembiraan, dan rasa cinta terhadap budaya kita ini Bajau (Bajo) same ungkapnya.buhari

