Bank Jatim Fokus pada Tiga Strategi Utama untuk Wujudkan Visi Menjadi BPD No. 1 di Indonesia

Surabaya, Nusantaradigital.online – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Sejalan dengan visinya menjadi BPD No. 1 di Indonesia, Bank Jatim pada tahun 2025 menegaskan fokus pada tiga sasaran strategis utama, yakni peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, serta peningkatan skala bisnis.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, peningkatan kualitas aset dan liabilitas dilakukan dengan menjaga pertumbuhan bisnis berbasis kualitas aset yang sehat dan dana berkelanjutan. Penyaluran kredit pun dilakukan secara selektif dan prudent, dengan mempertimbangkan profil risiko yang terukur dan prospek usaha yang baik.

“Peningkatan kapasitas bisnis Bank Jatim dilakukan melalui pendalaman ekosistem digital dengan cara mengintegrasikan seluruh lini bisnis dari sektor keuangan pemerintah daerah, UMKM, maupun masyarakat ke dalam layanan digital yang mudah, cepat, dan aman,” jelas Winardi.

Selain itu, dalam upaya memperluas skala bisnis, Bank Jatim tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, tetapi juga mempercepat ekspansi melalui aksi korporasi. Sejak akhir 2024, Bank Jatim telah melakukan aksi korporasi berupa penyertaan modal ke sejumlah BPD dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dan penerbitan obligasi.

Setelah memperoleh restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ber-KUB dengan Bank NTB Syariah, Bank Jatim kini melanjutkan proses KUB dengan empat BPD lain yang telah menandatangani Shareholder Agreement (SHA). “Kami telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar kepada Bank NTT sebagai bagian dari pembentukan KUB. Diharapkan dalam waktu dekat, OJK akan memberikan izin efektif untuk pelaksanaan konsolidasi antara Bank Jatim dan Bank NTT,” ujar Winardi.

Meski menghadapi berbagai tantangan eksternal dan internal, kinerja keuangan Bank Jatim hingga September 2025 tetap menunjukkan hasil positif. Secara konsolidasi, aset Bank Jatim mencapai Rp125,1 triliun, tumbuh 17,3% dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp80,2 triliun (naik 29% YoY) serta Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp99,3 triliun (naik 13,5% YoY).

Atas pengelolaan aset tersebut, Bank Jatim berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,10 triliun, tumbuh 29,25% YoY, dan laba bersih konsolidasi triwulan III 2025 sebesar Rp1,14 triliun, naik 23,5% YoY. Pendapatan bunga tercatat sebesar Rp7,42 triliun, dengan pendapatan bunga bersih Rp5,10 triliun, tumbuh 29,2% YoY.

“Di tengah dinamika ekonomi dan dunia usaha, kami tetap melihat potensi pertumbuhan yang baik. Namun, fokus kami kini adalah menjaga kualitas penyaluran kredit dan keberlanjutan bisnis,” tegas Winardi.

Salah satu kekuatan utama Bank Jatim adalah jaringan layanan yang luas, baik secara konvensional maupun digital. Melalui platform JConnect, Bank Jatim terus meningkatkan konektivitas dan kemudahan transaksi keuangan bagi masyarakat.

Untuk memperkuat struktur pendanaan dan likuiditas, Bank Jatim juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2 triliun, terbagi dalam dua tenor—3 tahun dengan kupon 6,4% dan 5 tahun dengan kupon 6,7%. “Penerbitan obligasi ini mendapat sambutan positif dari pasar dan mengalami oversubscribe sebesar 1,15 kali,” pungkas Winardi. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights