Makna Ulang Janji Hari Pramuka ke-64, Arum Sabil : Tekankan Kebangkitan Tri Satya dan Dasa Darma

Surabaya, Nusantaradigital.online – Ditengah semarak prosesi Ulang Janji Hari Pramuka ke-64 yang digelar di halaman Gedung Pramuka Jawa Timur, Selasa malam (12/8/2025), Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. Muhammad Arum Sabil, S.Ps., menyampaikan pesan mendalam tentang makna peringatan ini.

 

Dalam wawancara khusus, Kak Arum menegaskan bahwa momentum ulang janji bukan sekadar seremonial, melainkan sarana mengingatkan kembali jati diri seorang Pramuka.

 

“Pramuka itu janji. Apa janjinya? Tri Satya itu. Dan apa yang harus dibangkitkan? Dasa Darma itu. Keduanya adalah karakter jiwa Pramuka — landasan untuk melangkah, mengabdi, dan memberi,” ujarnya.

 

Kak Arum menyampaikan, apabila generasi muda di Jawa Timur mampu mengamalkan Dasa Darma secara utuh, mereka akan tumbuh menjadi pribadi tangguh, mudah beradaptasi, berintegritas, serta mendapatkan kehormatan di lingkungannya. “Kalau Dasa Darma dijalankan, itulah sesungguhnya generasi unggul masa depan,” tegasnya.

 

Kak Arum mengungkapkan bahwa di peringatan tahun ini, Kwarda menyiapkan kejutan-kejutan di puncak Hari Pramuka, termasuk penyelenggaraan upacara di lokasi-lokasi strategis seperti kapal perang TNI AL, pangkalan Angkatan Laut, dan ke depan di pangkalan Angkatan Udara. Hal ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 yang menempatkan seluruh institusi pemerintahan sebagai bagian dari Gerakan Pramuka.

 

Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki laut lebih luas dibanding daratan, sehingga generasi Pramuka perlu memahami, mencintai, dan menjaga kedaulatan marit“Kita ingin anak-anak bukan hanya mengenal daratan, tapi juga mencintai dan menjaga lautan. Bukan hanya bebas dari polusi, tapi menjadi solusi, termasuk menjaga batas-batas laut dan kedaulatan negara,” ujarnya.

 

Menurutnya, kemajuan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi Pramuka. Media sosial, jika tidak digunakan secara bijak, dapat memicu masalah mental, mengurangi interaksi sosial, hingga menyeret generasi muda ke perjudian online, pornografi, atau konten menyesatkan.

 

“Digital itu seolah-olah menjadi dunia mereka. Kalau tidak bijak, bisa berbahaya. Pramuka harus menjadi teladan kebaikan di jalan yang benar,” tegasnya.

 

Di Hari Pramuka ke-64, Kwarda Jawa Timur memfokuskan program pada kegiatan produktif, terutama di bidang pangan dan energi baru terbarukan. Pramuka diarahkan untuk memahami pertanian sehat, bahaya residu pestisida, serta risiko antibiotik pada produk peternakan seperti daging, susu, dan telur.

 

Kak Arum menekankan pentingnya peran Pramuka dalam mendukung program pemerintah tentang makanan bergizi gratis. “Bukan hanya bergizi, tapi juga sehat. Pramuka harus hadir mengawal, mengedukasi petani dan masyarakat agar bahan pangan yang sampai ke anak-anak terjamin kesehatannya,” jelasnya.

 

Menutup wawancara, Kak Arum menyampaikan harapannya agar Pramuka Jawa Timur terus aktif, produktif, dan bermanfaat.

 

“Harapan kita, Pramuka di Jawa Timur tetap menjadi kekuatan moral dan sosial yang nyata, untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights