Digembleng 3 Hari, 50 Anak Muda Jatim Disiapkan Kuasai Dunia Kerja Digital!

Ketua panitia yang juga Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta), Purwanti Utami, (tengah kanan) menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi langkah nyata mencetak talenta digital baru.

 

Sidoarjo, Lintas Nusantara – Langkah serius membuka lapangan kerja baru di era digital ditunjukkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur lewat pelatihan Penciptaan Talenta Content Creator Tahun 2026 yang digelar di Aston Sidoarjo City Hotel pada 14–16 April 2026.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk enam penyandang disabilitas, digembleng selama tiga hari penuh untuk menjadi content creator yang siap bersaing di dunia kerja digital.

50 peserta mjc batch 1 disnakertrans Jatim, saat mengikuti acara pembukaan, Selasa (14/4) di Hotel Aston Sidoarjo. 

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pemaparan kebijakan pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja, dilanjutkan materi dasar terkait program MJC serta peluang besar di platform freelancer yang kini kian diminati generasi muda.

Ketua panitia yang juga Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta), Purwanti Utami, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi langkah nyata mencetak talenta digital baru.

“Ini bukan hanya pelatihan biasa, tapi upaya membuka peluang kerja baru yang lebih luas, khususnya di sektor kreatif digital yang terus berkembang,” tegasnya.

Hari kedua menjadi momen paling intens. Peserta dibagi dalam dua kelas utama, yakni Affiliates Video (Host Live Shopping) dan Video AI. Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari tim MJC Jawa Timur untuk mengasah skill produksi konten hingga strategi pemasaran digital.

Tak hanya belajar, peserta juga ditantang mempresentasikan hasil karya mereka sebagai bagian dari evaluasi kemampuan.

Memasuki hari terakhir, peserta mengikuti review dan evaluasi materi, termasuk sesi penguatan softskill dari Yayasan Plan International Indonesia melalui program Futuremakers yang didukung Standard Chartered Foundation.

Dalam keterangannya, Plan Indonesia, Rahardjo menyampaikan bahwa keterlibatan mereka tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga berfokus pada penguatan kapasitas peserta secara berkelanjutan.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Plan Indonesia melalui program Futuremakers turut serta dalam inisiasi ini dengan fokus pada penguatan softskill untuk melengkapi value peserta. Kami juga mengambil peran dalam mentorship dan monitoring, sehingga setelah program ini peserta tetap mendapatkan pendampingan hingga mampu mandiri, baik melalui self employment maupun penempatan kerja,” jelasnya.

Untuk memperkuat kualitas pelatihan, Plan Indonesia juga menggandeng praktisi nasional di bidang sales dan marketing agar materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

“Plan Indonesia akan terus berada di garda terdepan dalam mendukung kaum muda, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas, agar memiliki kesempatan dan akses kerja yang setara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, memberi pesan tegas kepada para peserta agar tidak menyia-nyiakan peluang ini.

“Dunia kerja sudah berubah. Content creator sekarang bukan sekadar hobi, tapi profesi serius. Siapa yang siap dan punya skill, dia yang akan menang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar dan kemampuan membaca peluang di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dengan pelatihan ini, Pemprov Jatim berharap lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui profesi baru di dunia digital. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights