Pemprov Jatim Dorong Pesantren Tangguh Bencana, Empat Daerah Diminta Bentuk Tim PESTANA

Ketua Tim Pencegahan Kebencanaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy.

 

Sidoarjo, Lintas Nusantara – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan peran pondok pesantren dalam penanggulangan bencana melalui program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA).


Langkah ini diperkuat melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur yang meminta pemerintah kabupaten/kota, khususnya di wilayah Madura, untuk segera membentuk tim PESTANA sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kebencanaan berbasis komunitas pesantren.


Ketua Tim Pencegahan Kebencanaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, mengatakan saat ini proses pembentukan tim masih dalam tahap pemetaan dan menunggu penetapan resmi dari kepala daerah.
“Untuk sementara ini masih pemetaan, sekaligus mendorong agar SK tim PESTANA segera ditandatangani oleh kepala daerah. Dari empat daerah di Madura, baru satu yang sudah, tiga lainnya masih proses,” ujarnya.


Ia menjelaskan, setelah seluruh daerah menetapkan tim PESTANA, diharapkan akan ada program konkret yang langsung menyentuh pesantren, terutama dalam peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.


“Harapannya nanti ada kegiatan yang fokus pada peningkatan kapasitas pesantren, baik dari sisi edukasi maupun kesiapsiagaan,” jelasnya.


Adaptasi Model SPAB ke Lingkungan Pesantren
Dadang menambahkan, konsep PESTANA akan mengadopsi pendekatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang selama ini diterapkan di sekolah formal, namun disesuaikan dengan karakteristik pesantren.


“Kalau di sekolah ada SPAB, di pesantren juga bisa, tapi modelnya berbeda karena ada santri yang tinggal di asrama. Jadi perlu penyesuaian,” katanya.


Menurutnya, hingga saat ini pedoman khusus untuk PESTANA masih dalam tahap pengembangan. Sementara ini, BPBD Jatim masih menggunakan acuan dari modul SPAB.


“Pedoman SPAB sudah ada, tapi untuk pesantren memang belum ada modul khusus. Itu yang sedang kita dorong untuk disusun,” ujarnya.


Libatkan Pesantren dan Tokoh Keagamaan
Dalam pelaksanaan rakor dan penguatan program PESTANA, Pemprov Jatim juga melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta tokoh pesantren.
Salah satu yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Gus Ghofirin dari Biro Kesra Provinsi Jawa Timur.


Keterlibatan pesantren dinilai penting karena memiliki basis komunitas yang kuat dan berperan strategis dalam membangun kesadaran kebencanaan di masyarakat.


Dorong Program Berkelanjutan Meski Keterbatasan Anggaran
Ditengah keterbatasan anggaran, BPBD Jatim tetap berupaya menjalankan program edukasi kebencanaan di lingkungan pesantren, salah satunya melalui kegiatan edukasi penanggulangan bencana, MOSIPENA (mobil edukasi penanggulangan bencana) yang dilakukan secara keliling.


“Walaupun tanpa anggaran besar, kegiatan tetap jalan. Saat ini mosipena baru dua, termasuk yang menyasar pesantren,” ungkap Dadang.


Kedepan, BPBD berharap program PESTANA dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta tersedianya pedoman dan modul yang sesuai dengan karakter pesantren. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights