Surabaya, Nusantaradigital.online – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur membuka Job Fair Inklusif 2025 pada 30 September–1 Oktober di Gedung Diandra Convention Center Surabaya. Acara ini menghadirkan 76 booth dengan total 5.589 lowongan kerja dari 66 perusahaan, termasuk 163 lowongan khusus penyandang disabilitas.
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah pencari kerja yang hadir cukup tinggi. “Hari ini dari pagi hingga sore, sekitar 3.000 pencari kerja telah mendaftar. Besok, 1 Oktober, jumlahnya diperkirakan kembali mencapai ribuan orang. Ini menunjukkan antusiasme besar dari masyarakat,” ujarnya.
Sigit juga menekankan bahwa setiap perusahaan peserta diwajibkan melaporkan hasil penempatan tenaga kerja maksimal satu bulan setelah acara. “Hal ini penting agar target penempatan kerja benar-benar tercapai sesuai arahan Ibu Gubernur,” tambahnya.
Untuk memperluas jangkauan informasi, Disnakertrans juga menghadirkan layanan Mobil Si Monic (Sarana Informasi Mobil Info Kerja Keliling) serta Mobil Pelayanan Terpadu Pekerja Migran Indonesia, yang memberikan akses informasi pasar kerja secara langsung kepada masyarakat hingga pelosok.

Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Isnarti Hasan dalam sambutannya menegaskan pentingnya job fair inklusif ini. “Membantu seseorang mendapatkan pekerjaan adalah tindakan mulia, karena membuat individu berdiri di atas kaki sendiri dan menjadi anggota masyarakat yang produktif. Job fair inklusif bukan sekadar ajang rekrutmen, tapi pernyataan tegas tentang kesetaraan kemanusiaan,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan mismatch (ketidakcocokan kompetensi) dan mislink (ketidaktepatan informasi pasar kerja) yang masih menghambat penyerapan tenaga kerja di Indonesia. “Pemerintah daerah seperti Jawa Timur menunjukkan komitmen progresif melalui penyediaan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Namun keberlanjutan perlu dijaga dengan monitoring, pendampingan, dan pelatihan agar mereka benar-benar mendapat akomodasi layak di tempat kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya secara resmi membuka Job Fair 2025. Ia mengapresiasi dukungan dunia usaha, industri, serta lembaga yang telah membuka ribuan lowongan kerja.
“Tagline Merdeka Berkarir adalah semangat agar semua orang, termasuk penyandang disabilitas, punya kesempatan yang sama memilih profesi dan meniti masa depan. Terima kasih kepada perusahaan yang telah memenuhi kuota tenaga kerja disabilitas, ini adalah komitmen nyata terhadap inklusivitas,” ujar Khofifah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada tiga perusahaan ramah disabilitas: PT Dwi Prima Sentosa (Kab. Madiun), PT Yamaha Musical Products Indonesia (Kab. Pasuruan), dan Janenake (Kab. Pacitan). Selain itu, dilakukan pula penyerahan klaim dan santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai total ratusan juta rupiah kepada ahli waris dan penerima manfaat.
Acara semakin meriah dengan penampilan musik angklung dari komunitas disabilitas Yayasan GADISku serta kolaborasi siswa SLB Negeri Surabaya.
Khofifah menutup dengan pesan penuh semangat: “Mari kita jadikan Job Fair ini bukan sekadar acara tahunan, tapi momentum membangun ekosistem pasar kerja yang sehat, adaptif, dan inklusif. Semoga semua pencari kerja bisa menemukan jalan terang untuk masa depannya.” (why)

