Surabaya, Nusantaradigital.online – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto, angkat bicara terkait aksi demonstrasi buruh PT Pakerin yang menuntut pembayaran gaji dan tunjangan yang tertunda, sekaligus menyoroti progres pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
Menurut Hari, persoalan yang dihadapi buruh PT Pakerin cukup kompleks, terutama karena adanya pemblokiran rekening perusahaan yang berdampak pada keterlambatan pembayaran hak pekerja. “Kami sudah mendorong Dinas Tenaga Kerja untuk segera melakukan mediasi. Kalau perlu, Gubernur turun langsung agar pemblokiran rekening bisa dibuka dan hak-hak pekerja segera dibayarkan,” ujarnya, Senin (11/8).
Hari menegaskan bahwa DPRD akan terus mengawal proses penyelesaian masalah ini, mengingat jumlah pekerja yang terdampak mencapai ribuan orang. “Ini menyangkut urusan perut dan kehidupan keluarga mereka. Jangan sampai berlarut-larut,” tambahnya.
Selain isu buruh, Hari juga menyoroti pelaksanaan program Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur. Menurutnya, program yang digagas untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat ini masih menghadapi banyak kendala teknis di lapangan.
“Masih banyak Sekolah Rakyat yang belum siap secara fasilitas, SDM pengajar, maupun asrama. Bahkan ada kesan penempatan siswa dan tenaga pengajar dilakukan terburu-buru tanpa seleksi yang jelas,” ungkapnya.

Hari mencontohkan, beberapa SR di Surabaya hingga kini belum memiliki standar pengelolaan yang baik, sehingga muncul permasalahan seperti siswa yang bebas keluar malam tanpa pengawasan. “Program ini tujuannya bagus, tapi kalau dipaksakan jalan tanpa persiapan matang, justru bisa kontraproduktif,” tegasnya.
DPRD Jatim, lanjut Hari, sudah beberapa kali menggelar rapat kerja bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi, termasuk memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial yang menjadi penanggung jawab program di tingkat pusat.
“Standar pendidikan, pengelolaan asrama, hingga pemenuhan gizi siswa harus dipastikan. Kami ingin Sekolah Rakyat bukan hanya ada secara fisik, tapi juga berkualitas,” pungkasnya. (why)
