120 Peserta Lolos Tahap Akhir Seleksi Pemagangan ke Jepang, Disnakertrans Jatim Fokus pada Karakter dan Kesiapan Fisik

Surabaya, Nusantaradigital.online — Proses seleksi program pemagangan ke Jepang yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi memasuki hari terakhir pada Jumat (11/7/2025). Sebanyak 120 peserta berhasil melaju ke tahap akhir berupa wawancara, setelah melewati serangkaian ujian ketat mulai dari seleksi administrasi hingga tes kemampuan fisik.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Disnakertrans Jatim dan International Manpower Development Organization, Japan (IM Japan), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tenaga kerja muda Jawa Timur untuk bersaing di tingkat global.

Dari total 210 pendaftar, sebanyak 188 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, hanya 153 yang mampu melewati ujian matematika, dan 141 peserta berhasil menuntaskan tes samapta. Tahap paling menantang—yakni tes fisik berupa lari, push-up, dan sit-up—hanya bisa diselesaikan oleh 120 peserta yang kini memasuki sesi wawancara sebagai penentu akhir.

Perwakilan IM Japan, Fujita Shingo, hadir langsung memantau jalannya seleksi di Aula Transito, Surabaya. Ia mengapresiasi semangat dan karakter para peserta asal Indonesia yang menurutnya sangat cocok dengan budaya kerja Jepang.

 

“Kami menyukai pekerja asal Indonesia karena mereka dikenal gigih dan memiliki attitude yang sangat baik. Ini sesuai dengan karakter kerja di Jepang,” ujar Fujita.

 

Ia menambahkan bahwa Jepang terus membuka peluang luas bagi tenaga kerja muda Indonesia, terutama karena kedisiplinan dan ketangguhan mereka telah terbukti dibutuhkan di berbagai sektor industri.

 

Salah satu panitia seleksi dari Disnakertrans Jatim menegaskan bahwa aspek non-akademik menjadi penentu utama dalam proses ini.

 

“Selain keterampilan, disiplin dan kesiapan fisik adalah aspek penting dalam seleksi ini. Budaya kerja di Jepang menuntut efisiensi tinggi dan kekuatan karakter, itulah yang ingin kita tanamkan sejak proses seleksi,” jelasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights