Pamekasan, Nusantaradigital.online — Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam mendukung pembangunan daerah terus ditunjukkan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Terbaru, Bank Jatim menyalurkan bantuan CSR ke dua pemerintah kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (19/6). Selain itu, Bank Jatim juga memberikan beasiswa pendidikan kepada puluhan mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UKWMS).

Di Kabupaten Pamekasan, Bank Jatim menyerahkan 46 unit gerobak dorong untuk UMKM yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Kepatuhan Bank Jatim, Umi Rodiyah, kepada Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman. Gerobak-gerobak ini diperuntukkan bagi pedagang kaki lima di kawasan eks Stasiun Kereta Api Pamekasan sebagai upaya mendorong pengembangan usaha dan peningkatan perekonomian rakyat.
“CSR Bank Jatim Peduli adalah bentuk sinergi nyata kami bersama pemerintah daerah. Kami ingin membantu para pelaku UMKM, khususnya PKL, untuk tumbuh lebih kreatif dan produktif. Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi pengelolaan keuangan dan branding digital melalui QRIS Bank Jatim,” jelas Umi.
Ia menambahkan, penggunaan QRIS akan memudahkan transaksi sekaligus menjadi bagian dari literasi keuangan digital bagi para pelaku UMKM di Pamekasan.
Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Jatim. “Kami berharap ini bisa menjadi semangat baru bagi para pedagang kaki lima untuk meningkatkan usahanya demi kesejahteraan bersama. Terima kasih atas kontribusi nyata Bank Jatim,” ujarnya.
Sementara itu, di Kabupaten Probolinggo, CSR disalurkan dalam bentuk pembangunan satu unit pujasera dan kamar mandi umum di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Bantuan diserahkan oleh Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana K, kepada Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Pembangunan Pemkab Probolinggo, A’at Kardono.
“Ini adalah wujud value beyond profit. Bank Jatim tak hanya mengejar keuntungan, tapi juga mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk manfaat sosial. Pujasera dan fasilitas umum ini diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang mampu memicu aktivitas ekonomi di tengah masyarakat,” terang Fenty.
Ia menambahkan, infrastruktur yang dibangun juga menjadi bagian dari upaya penataan ulang kawasan publik agar lebih tertib dan sesuai fungsi.
Di hari yang sama, Bank Jatim juga menyerahkan beasiswa pendidikan kepada 66 mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Bantuan diserahkan oleh Pemimpin Bank Jatim Cabang Utama Surabaya, Johanes Koento Eko Pramono, sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan di Jawa Timur.
“Beasiswa ini diberikan untuk membantu mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Pendidikan adalah fondasi utama membangun SDM unggul,” tutur Johanes.
Dengan rangkaian bantuan CSR tersebut, Bank Jatim menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi, sosial, dan pendidikan secara berkelanjutan di Jawa Timur. (why)

