Surabaya, Nusantaradigital.online — Provinsi Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen (year-on-year) pada kuartal I tahun 2025, melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 4,87 persen. Capaian ini mendapat apresiasi dan menjadi sorotan dalam kegiatan sharing session pengembangan ekonomi Jatim yang digelar di Kantor OJK Regional 4 Jatim, Senin (5/5).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa kolaborasi dan sinergi lintas sektor serta antar daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi. Dalam paparannya, Khofifah mengibaratkan tantangan ekonomi global sebagai “Thanos” dalam film Avengers yang hanya bisa dikalahkan jika semua pihak bersatu.
“Apa yang saat ini kita hadapi, tantangan ekonomi global, ibarat Thanos. Kita bisa kalahkan itu kalau berkolaborasi dan bersinergi bersama,” tegasnya.
Khofifah mencontohkan salah satu bentuk nyata dari kolaborasi tersebut adalah program Misi Dagang yang telah digagas sejak awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Program ini mempertemukan pelaku usaha antar daerah guna memperkuat perdagangan antarwilayah.
“Saya menyisir titik-titik sumber ekonomi di Jatim. Perdagangan antar pulau perannya besar sekali. Maka kami selenggarakan misi dagang, mempertemukan trader dan buyer. Ini terbukti menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi tidak hanya bagi Jatim tapi juga provinsi mitra,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pertumbuhan tertinggi pada sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 10,40 persen. Sementara struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim didominasi oleh sektor industri pengolahan (31,42 persen), perdagangan (18,70 persen), pertanian (10,22 persen), konstruksi (8,49 persen), serta akomodasi dan makanan-minuman (6,24 persen).
Khofifah juga menyoroti tren positif realisasi investasi Jawa Timur yang terus meningkat dalam enam tahun terakhir. Pada 2024, total investasi yang masuk mencapai Rp147,3 triliun atau tumbuh 1,5 persen dibanding 2023. Capaian ini turut menyumbang 8,6 persen dari total investasi nasional.
Di hadapan jajaran OJK dan kepala daerah, Khofifah mengajak semua pihak untuk mendukung misi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia mencontohkan potensi besar di sektor pertanian dan peternakan Jatim yang bisa direplikasi oleh daerah lain.
“Di Jatim saat ini sudah dihasilkan 13 ton gula per hektar, sedangkan nasional baru 5 ton. Kalau ini direplikasi, saya optimistis tahun ini kita bisa swasembada gula. Untuk daging, Jatim sudah menghasilkan 5 juta ekor sapi potong karena adanya Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB). Ini peluang besar jika daerah lain belajar dan mencontoh,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Khofifah juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas pemerintah pusat. Ia menyebut OJK berperan penting dalam mendampingi koperasi desa agar mampu mengembangkan unit usaha yang produktif dan tepat sasaran.
“Dana Rp5 miliar per desa/kelurahan itu besar. Tapi koperasi perlu didampingi untuk tahu harus buka usaha apa. Saya kira jika dibuka dua unit saja, misalnya LPG 3 kg dan agen pupuk, mereka sudah bisa mandiri dan berkembang,” pungkasnya.

