Bukan Sekadar Ijazah! Disnakertrans Jatim dan Unibraw Fokus Sertifikasi Kompetensi

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Kabid Latpro), Arif Khamzah (tengah) serta dihadiri Kepala UPT BLK Surabaya, Isman Widodo (kanan).

 

Surabaya, Lintas Nusantara– Kunjungan akademisi dari Universitas Brawijaya (Unibraw) ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur berlangsung dinamis dengan pembahasan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi.


Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Kabid Latpro), Arif Khamzah, serta dihadiri Kepala UPT BLK Surabaya, Isman Widodo, dan Kepala UPT BLK Jember, Robertus Nasuliwu.


Dari pihak kampus, rombongan dipimpin oleh Ishardita Pambudi Tama selaku Direktur Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya.


Dalam arahannya, Arif Khamzah menegaskan bahwa perubahan kebutuhan industri menuntut peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan.

Salah satu dari perwakilan Unibraw, Sofie, saat sesi diskusi dan perkenalan. 


“Karakter masyarakat dan kebutuhan dunia kerja saat ini sudah berubah. Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar tenaga kerja kita mampu bersaing,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja dalam menciptakan SDM yang kompeten dan terserap di dunia industri.


Sementara itu, Ishardita Pambudi Tama menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi, khususnya dalam pengembangan sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi.


“Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.


Isman Widodo menambahkan bahwa pelatihan kerja harus berbasis kompetensi dan terintegrasi dengan kebutuhan industri agar peserta siap mengikuti uji kompetensi.


Di sisi lain, Robertus Nasuliwu menyoroti tantangan keterbatasan anggaran yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi.


“Keterbatasan anggaran menjadi tantangan, namun kolaborasi seperti ini menjadi solusi agar peningkatan kualitas SDM tetap berjalan,” ujarnya.


Menutup kegiatan, Arif Khamzah menyampaikan bahwa hasil pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret antara kedua belah pihak.


“Nanti akan kita tindak lanjuti melalui pembahasan bersama, termasuk menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar kolaborasi ini bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights