Gema Muharram 1448 H, Muslimat NU Embong Kaliasin Santuni 20 Anak Yatim dan Gaungkan Semangat Muhasabah

Surabaya, Nusantaradigital.online – Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU Embong Kaliasin kembali menggelar Gema Muharram 1448 Hijriah dan Santunan Anak Yatim di Musholla Muhajirin, Rusun Urip Sumoharjo, Surabaya, Ahad (28/6/2026). Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Muslimat NU Embong Kaliasin dalam menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus menyemarakkan syiar Islam melalui peringatan Tahun Baru Hijriah.

Acara dihadiri Kapolsek Genteng AKP Mulya Sugiarto, S.I.K., Lurah Embong Kaliasin Sunardi, S.E., Ustadz Liem Fuk Shan (Ustadz Hasan dari Masjid Cheng Hoo Surabaya), Ketua MWC NU Genteng Ustadz Taufiq beserta jajaran pengurus MWCNU Genteng, KH Abi Sumbri, Abah Ismail, Abi Mustaji Sufi, Pengurus Ansor Kecamatan Genteng Ustadz Samsul, Ketua PAC Muslimat NU Genteng Miftahul Jannah beserta jajaran, Ketua PR Muslimat NU Embong Kaliasin Mulia Indah Leksanani, para Ketua RW 12, 13, dan 14 beserta jajaran, para Ketua RT Blok A, B, dan C, Ketua Pengurus Musholla Muhajirin Ustadz Shon Haji, serta ibu-ibu Jamiyah Muslimat NU Embong Kaliasin dan tamu undangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Grup Samroh Humairoh di bawah pimpinan Ustazah Dizah yang membawakan lantunan shalawat, sehingga menambah kekhidmatan suasana dan mengajak jamaah menyambut Tahun Baru Islam dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketua Panitia, Wahyu Khalifa Safitri, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, panitia, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga Gema Muharram dan Santunan Anak Yatim untuk kedua kalinya ini dapat terlaksana dengan lancar.

“Momentum Muharram hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak kepedulian kepada sesama, khususnya anak-anak yatim. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat dan terus dapat dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kapolsek Genteng AKP Mulya Sugiarto, S.I.K., mengapresiasi inisiatif PR Muslimat NU Embong Kaliasin yang konsisten menggelar kegiatan keagamaan dan sosial. Ia mengaku terkesan dengan kekompakan ibu-ibu Muslimat NU dalam menghidupkan syiar Islam melalui shalawat, pengajian, dan santunan kepada anak yatim.

Selain itu, Kapolsek mengingatkan masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas. Ia mengimbau warga untuk memarkir kendaraan di tempat yang aman, tidak memberikan keleluasaan kepada anak di bawah umur mengendarai sepeda motor, serta mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak berkeliaran hingga larut malam.

“Kami siap melayani masyarakat selama 24 jam. Keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Ustadz Liem Fuk Shan (Ustadz Hasan) dari Masjid Cheng Hoo Surabaya mengajak jamaah menjadikan bulan Muharram sebagai momentum muhasabah. Ia mengingatkan agar umat Islam lebih banyak mengoreksi diri daripada mencari kesalahan orang lain, memperbanyak istighfar, dzikir, amal saleh, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesamanya. Karena itu, momentum Tahun Baru Islam harus menjadi awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, membangun keharmonisan keluarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yatim.

Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari berbagai donatur, di antaranya Bank Jatim, Sunardi, S.E. (Lurah Embong Kaliasin), Budi Rahardjo selaku Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang SDM, Aftabuddin Rizaluzzaman selaku Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandi dari BPBD Jawa Timur, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, serta sejumlah donatur lainnya yang turut berpartisipasi.

Ketua Panitia Wahyu Khalifa Safitri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur atas kepedulian dan dukungan yang diberikan sehingga santunan dapat tersalurkan dengan baik. Ia berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial yang terbangun melalui Gema Muharram dapat terus tumbuh dan menjadi tradisi kebaikan di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan santunan kepada 20 anak yatim dan doa yang dipimpin oleh KH Abi Sumbri. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai seluruh rangkaian acara. Gema Muharram 1448 Hijriah yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini menjadi pengingat bahwa pergantian tahun Islam bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat iman, memperbanyak amal kebajikan, serta menebarkan manfaat bagi sesama.(Fit)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights