BNPB dan BPBD Jatim Gelar Lomba Ranking 1 “Tanggap, Tangkas, Tangguh!” di Mojokerto

Mojokerto, Nusantaradigital.online – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar Lomba Ranking 1 bertema “Tanggap, Tangkas, Tangguh!” di Graha Maja Tama, Pendopo Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/10/2025).

Kompetisi yang dikemas dalam bentuk kuis edukatif ini berlangsung selama dua hari, yakni 1 dan 3 Oktober 2025, dengan melibatkan 400 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten dan Kota Mojokerto serta beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Pada hari pertama, lomba diperuntukkan bagi siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs dengan diikuti 22 sekolah dasar dan sederajat. Sementara pada hari kedua (3/10), giliran siswa tingkat SMA/MA/SMK serta Sekolah Luar Biasa (SLB) yang akan berkompetisi.

Perlombaan ini menggunakan format kuis berjenjang dengan empat sesi. Peserta disediakan papan tulis untuk menuliskan jawaban dalam waktu 10 detik. Pertanyaan yang diajukan seputar kebencanaan, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, banjir, hingga mitigasi bencana lainnya.

Perwakilan Direktorat Mitigasi Bencana BNPB, Rahmadi Diliawan, menegaskan bahwa lomba ini menjadi sarana pembelajaran kebencanaan yang lebih menyenangkan.

“Lomba ini bertujuan agar kita tanggap, tangkas, dan tangguh. Anak-anak belajar tentang bencana kan seram, jadi kita buat belajar dengan cara menyenangkan melalui lomba ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, PIC Seknas SPAB Direktorat SD Kemendikdasmen RI, Muhammad Kasman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang rutin diselenggarakan setiap Oktober sejak 2013.

“Kemendikdasmen merupakan mitra BNPB. Acara PRB ini setiap tahun berganti lokasi dan melibatkan peserta didik dari semua jenjang, juga berbagai NGO,” katanya.

Kasman menambahkan, melalui Lomba Ranking 1, peserta didik dipersiapkan untuk mengenali ragam bencana dan cara menghadapinya.

“Anak-anak diharapkan bisa lebih waspada dan peka bahwa bencana adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali generasi muda agar siap menghadapi risiko bencana di lingkungannya,” pungkasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights