Rampung Bentuk 40 Destana, DPRD Jatim Apresiasi Komitmen BPBD Jatim Bangun Ketangguhan Desa

Surabaya, Nusantaradigital.online — Setelah melalui proses selama hampir tiga bulan, pembentukan 40 Desa Tangguh Bencana (Destana) di Jawa Timur akhirnya rampung pada Juni 2025. Dari lima lokasi pembentukan terakhir, tiga di antaranya mendapat kunjungan langsung dari anggota Komisi E DPRD Jatim sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas desa dalam menghadapi bencana.

Ketiga titik yang dikunjungi anggota dewan tersebut yakni Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri Sriatun dari Fraksi PKB; Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember yang dihadiri Ahmad Hadinuddin dari Fraksi Gerindra; serta Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu yang turut dihadiri Puguh Wiji Pamungkas dari Fraksi PKS.

 

Dua lokasi lainnya yakni Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar dan Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, juga melaksanakan kegiatan serupa dengan partisipasi aktif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota masing-masing, fasilitator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim, serta perwakilan dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

 

Sejumlah pejabat yang hadir dari BPBD Jatim antara lain Sekretaris Andhika N. Sudigda, Plt. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) Dadang Iqwandy, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya Sriyono, serta Tenaga Ahli BPBD Jatim.

 

Dalam sambutannya, para anggota Komisi E DPRD Jatim kompak mengapresiasi program Destana yang diinisiasi BPBD Jatim. Mereka menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam implementasi amanat konstitusi untuk menjamin perlindungan warga negara dari ancaman bencana.

 

“Kami mewakili anggota DPRD Jatim mendukung upaya ini karena konstitusi kita menjamin perlindungan terhadap semua warga negara, termasuk terhadap ancaman bencana,” ujar Sriatun saat menghadiri kegiatan Destana di Sidoarjo, Selasa (17/6/2025).

 

Seperti pada lokasi-lokasi sebelumnya, program Destana juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 100 bibit pohon produktif kepada masing-masing desa sebagai bagian dari strategi mitigasi lingkungan dan rehabilitasi berbasis komunitas.

 

Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto menyatakan harapannya agar 40 Destana yang sudah terbentuk ini mampu menjadi pondasi ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

 

“Dengan rampungnya pembentukan 40 Destana ini, kami berharap masyarakat bisa semakin siap menghadapi bencana. Dan tentu saja, kami berharap program ini bisa direplikasi oleh pemerintah kabupaten/kota lainnya, karena masih banyak desa di Jatim yang masuk kategori rawan,” ujarnya.

 

Program Destana sendiri merupakan bagian dari strategi nasional pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights