PT Kerta Radjasa Raya Buka 100 Lowongan Kerja untuk Disabilitas, Sudah 35 Orang Mulai Bekerja

Direktur GadisKu Edy Cahyono bersama Ketua Koalisi Disabilitas Jawa Timur Abdul Majid saat dialog dengan Komisi E DPRD Jatim. (foto: dok.gadisku)

Mojokerto , Nusantaradigital.online– PT Kerta Radjasa Raya, produsen karung plastik dan woven bag yang berbasis di Mojokerto dan Nganjuk, membuka peluang kerja bagi 100 penyandang disabilitas. Hingga Rabu (18/6/2025), sebanyak 35 orang telah diterima bekerja melalui dua gelombang serah terima tenaga kerja dari Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Disabilitas (GadisKu) milik Dinas Sosial Jawa Timur.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk patuh pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Tapi kami tak sekadar memenuhi kuota 1 persen, kami buka 100 peluang kerja,” ujar Hernanda Bagus Satio SPsi MMA, Manager HRD PT Kerta Radjasa, saat ditemui di pabrik Mojosari.

Dengan total tenaga kerja 1.700 orang, PT Kerta Radjasa sebenarnya hanya diwajibkan mempekerjakan 17 penyandang disabilitas. Namun, hasil evaluasi batch pertama membuktikan bahwa pekerja disabilitas mampu menunjukkan produktivitas yang terus meningkat. “Minggu pertama mereka hanya mampu menjahit dua karung, sekarang sudah ada yang mampu menyelesaikan sembilan karung per hari,” ungkap Hernanda.

Pekerja disabilitas mayoritas adalah tuna rungu-wicara dan direkrut untuk posisi penjahit karung plastik di pabrik Mojokerto dan Nganjuk. Pada gelombang kedua, 21 orang direkrut, dan 18 di antaranya langsung mulai bekerja. “Selanjutnya kami akan tempatkan juga di plant Nganjuk, menunggu kesiapan GadisKu dan Kemensos RI,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, perusahaan memberikan subsidi transport sebesar Rp20.000 per hari selama empat bulan pertama. Upah borongan tetap diberlakukan setara: Rp5.000 per karung, tanpa diskriminasi. “Mereka dapat tambahan Rp120.000 tiap pekan di luar upah pokok,” jelasnya.

 

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos RI, Mokhamad O. Rayani, turut hadir dalam proses serah terima pekerja batch kedua. Ia menyampaikan apresiasi terhadap manajemen PT Kerta Radjasa atas kepedulian dan kesetaraan perlakuan kepada penyandang disabilitas.

 

“Kami pastikan tidak ada diskriminasi. Upah sama, pekerjaan sama, kesempatan juga sama. Ini bisa jadi model penerapan inklusi ketenagakerjaan di tempat lain,” ujar Roni, sapaan akrabnya.

 

Roni juga menyempatkan berdialog langsung dengan pekerja batch pertama. Dengan bantuan juru bahasa isyarat, ia menanyakan kesan kerja, relasi antarpekerja, serta kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar pekerja menyampaikan rasa senang dan kenyamanan selama bekerja, bahkan ada yang meminta tambahan jam kerja demi menambah penghasilan.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada para pekerja baru agar tekun dan tidak mudah menyerah. “Kalian tidak sendiri, ada pendamping, ada GadisKu, dan ada Kemensos. Ini kesempatan baik, jalani dengan semangat,” tuturnya.

 

Direktur GadisKu Edy Cahyono menyebut kerja sama ini merupakan bagian dari misi GadisKu dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan sosial bagi penyandang disabilitas. “Sejak kami berdiri pada 27 April 2024, ini penempatan kerja yang kesekian. Kami juga pernah kerja sama dengan Adira, Alfamart, dan hotel,” katanya.

 

Menurut Edy, GadisKu tidak hanya menjembatani penempatan kerja, tetapi juga menyiapkan mental dan keterampilan calon pekerja. “Kami pernah coba perekrutan langsung oleh perusahaan, tapi tingkat keberhasilannya rendah karena minim persiapan mental. Di sinilah pentingnya peran pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.

 

Guna memantau keberlanjutan kerja para penyandang disabilitas, GadisKu juga menggandeng TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) sebagai pendamping lapangan. “TKSK menjadi kepanjangan tangan kami di kecamatan, rutin memberi laporan dan menjadi penghubung jika ada kendala,” tambah Edy.

 

Koalisi Disabilitas Jatim yang diwakili Abdul Majid juga turut aktif dalam proses rekrutmen, termasuk menyebarkan informasi lowongan kerja kepada jaringan komunitas difabel di berbagai provinsi. “Kami bantu seleksi awal, interview motivasi, dan cek berkas sebelum mereka dinyatakan lolos,” ujar Majid.

 

Rencananya, rekrutmen akan terus dilanjutkan hingga terpenuhi kuota 100 orang. Menurut pihak manajemen, produktivitas yang ditunjukkan oleh pekerja disabilitas bahkan bisa melampaui ekspektasi. Selain itu, mereka juga dinilai lebih fokus dan minim konflik sosial di lingkungan kerja.

 

“Keunikan mereka, terutama yang tuna wicara, adalah kerja fokus, tidak suka bergosip, dan tidak neko-neko,” seloroh Hernanda.

 

Program rekrutmen inklusif ini menjadi bukti bahwa dengan pendekatan yang tepat, penyandang disabilitas bisa berdaya secara ekonomi dan diterima setara di dunia kerja. PT Kerta Radjasa membuka pintu bagi sektor industri lain untuk meniru langkah konkret dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan manusiawi.

(why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights