

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai, Kamis (2/11/2023).
Sidoarjo, Nusantaradigital.online-Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai, Kamis (2/11/2023). Kali ini, sasarannya giliran Sungai Avour yang berada di belakang komplek pergudangan Desa Gemurung, Kec. Gedangan, Kab. Sidoarjo.
Seperti halnya Sungai Sinir Waru, sungai ini juga penuh dengan Enceng Gondok, kangkung dan tumbuhan menjalar lainnya.
Kegiatan bersih-bersih kali ini diawali dengan apel pasukan di Lapangan Osaka Garden area Puri Surya Jaya Gedangan, yang dipimpin Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Hadir dan terlibat dalam aksi ini sekitar 200 personel dari Tim Gabungan OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Tim OPD Pemkab Sidoarjo, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim kecamatan Gedangan, Kader PKK Desa Gemurung dan masyarakat sekitar.
Hadir mendampingi Gubernur, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kadis PU SDA Jatim Baju Trihaksoro, Kadis PU Bina Marga Tambeng Widjaja, Kadis LH Jempin Marbun, dan Kepala Bakorwil Malang.
Hadir pula, Kalaksa BPBD Sidoarjo Dwijo, Kadis LHK Sidoarjo Bahrul Amik, Camat Gedangan Inneke Dwi Setyawati, Kades Gemurung Buwono Basuni, Kades Gedangan dan relawan LPBI NU Sidoarjo dan Banser Tangguh Bencana (Bagana) Sidoarjo.
Selain personil gabungan, dalam aksi ini juga dikerahkan 4 unit ekskavator, meliputi, 2 unit ekskavator milik dinas PU SDA Jatim, 1 unit ekskavator milik dinas PU Sidoarjo, dan 1 unit dari BBWS.
Kecuali itu, juga dikerahkan, 14 unit dump truck dari PU Bina Marga Jatim, PU SDA Jatim, BBWS, DLH Sidoarjo, PU SDA Sidoarjo serta 20 unit alat garuk dan 20 tempat sampah angkut dari BPBD Jatim.
Gubernur Khofifah mengatakan, hari ini kita lakukan antisipasi dan mitigasi bersama di sungai-sungai yang berpotensi menjadi penghalang mengalirnya air. “Sungai Avour ini kita clean up,” tegas Gubernur.
Gubernur juga berharap kegiatan seperti ini bisa ditindaklanjuti masing-masing daerah.
“Saya minta semua pihak, baik pemerintah Kabupaten/Kota, kecamatan, desa dan warga bersama-sama melakukan mitigasi,” harapnya. (why)

