Surabaya, Nusantaradigital.online – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana dengan memfasilitasi asistensi penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) bagi BPBD kabupaten/kota. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juni 2026, di Ruang Siaga Kantor BPBD Jatim ini menghadirkan Tim Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana (PERB) dari BNPB.
Asistensi tersebut diikuti oleh delapan daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lamongan, Nganjuk, Tuban, Malang, serta Kota Probolinggo dan Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyusunan sekaligus peningkatan validitas data KRB sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.
Mewakili Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Ketua Tim Pencegahan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, mengatakan bahwa keberadaan KRB memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah.

Menurutnya, validitas data dan ketepatan penyusunan KRB sangat penting karena dokumen tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), yang selanjutnya juga menjadi referensi dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Melalui asistensi ini kami ingin memastikan bahwa penyusunan KRB dilakukan secara tepat dan berbasis data yang valid. Dengan demikian, dokumen yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan dan penanggulangan bencana di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahap awal ini kegiatan baru dapat diikuti oleh delapan daerah. Namun ke depan, BPBD Jatim akan terus mendorong perluasan peserta agar semakin banyak kabupaten/kota yang mendapatkan pendampingan serupa.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, sejumlah Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota turut hadir secara langsung, di antaranya Kalaksa BPBD Kabupaten Lamongan, Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, dan Kalaksa BPBD Kabupaten Tuban.
Sementara itu, Koordinator Desk Asistensi KRB Direktorat PERB BNPB, Anggara Setyabawana Putra, mengapresiasi inisiatif BPBD Jawa Timur dalam memfasilitasi penyusunan KRB bagi daerah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan terobosan yang sangat positif dan menjadi yang pertama dilakukan di Indonesia.
“Secara nasional, fasilitasi asistensi penyusunan KRB seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur. Ini langkah yang sangat baik karena dapat membantu menghasilkan KRB yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Anggara menegaskan bahwa dokumen KRB memiliki peran penting sebagai dasar perencanaan pembangunan yang memperhitungkan aspek kebencanaan. Dengan dokumen yang berkualitas, pemerintah daerah dapat menyusun program pembangunan yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Atas inisiatif tersebut, Tim Asistensi BNPB juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD Jawa Timur atas dukungan serta komitmennya dalam meningkatkan kapasitas daerah melalui fasilitasi penyusunan Kajian Risiko Bencana yang berkualitas. (Why)

