Surabaya, Nusantaradigital.online — Suasana khusyuk dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan Noto Ati dan Pengajian Majelis Ta’lim Perempuan (MTP) IPHI Cabang Genteng yang dilaksanakan pada Senin (25/5/2026) di Musholla An Nuur, Jalan Basuki Rahmat Embong Kaliasin, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung menjadi ruang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pembinaan spiritual para jamaah.Rangkaian kegiatan diawali dengan pra acara penampilan Hadroh MTP melalui grup samroh Humairah Geulis pimpinan Ustazah Dizah yang menghadirkan lantunan shalawat dan syair religi.

Suasana yang hangat dan religius mengantarkan jamaah memasuki inti kegiatan bertema “Noto Ati” atau menata hati.Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars IPHI, sebelum memasuki sesi sambutan.
Dalam sambutannya, Ketua MTP IPHI Cabang Genteng, Ustazah Farida H., S.Ag, menyampaikan bahwa kegiatan Noto Ati menjadi momentum untuk kembali menyegarkan hati di tengah rutinitas kehidupan.

Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan majelis taklim sebagai ruang memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, dan menjaga istiqamah dalam ibadah.Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua IPHI Genteng, Abah Moch. Agus Diyar, yang menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan majelis sebagai wadah pembinaan akhlak dan penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat.
Memasuki acara inti, jamaah mengikuti Noto Ati melalui pembacaan dzikir, istighosah, dan doa bersama.
Dalam rangkaian tausiyah juga disampaikan refleksi tentang keutamaan Hari Arafah sebagai pengingat untuk memperbanyak doa, istighfar, dan memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah SWT.
Dalam mauidhoh hasanah yang disampaikan Abuya Muhammad Sumbri, jamaah diajak memahami bahwa dzikir bukan hanya lantunan yang terdengar indah, tetapi harus mampu menyatu dan meresap ke dalam hati.
Menurutnya, inti dari Noto Ati adalah menjaga kebersihan hati karena hati merupakan pusat dari seluruh amal dan penentu kualitas ibadah seseorang.
Jamaah juga diajak memperbanyak shalawat serta menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjaga kerendahan hati dan tidak merasa paling baik dalam beribadah. (fit)

