Surabaya, Lintas Nusantara — Pengurus Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Embong Kaliasin menggelar wisata religi perdana pada Sabtu–Minggu, 24–25 Januari 2026, dengan mengunjungi sejumlah destinasi religi dan edukatif di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti sekitar 51 peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus ranting Muslimat NU Embong Kaliasin.

Wisata religi tersebut dipimpin dan dibimbing langsung oleh KH. Aby Moch. Sumbri, selaku penasihat Ranting Muslimat NU Embong Kaliasin. Rangkaian kegiatan meliputi ziarah ke makam KH Ridwan Abdullah, makam Mbah Kyai Sholeh Darat, makam Syekh Mudzakir Sayung, serta ziarah ke makam para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Selain itu, para peserta juga mengikuti manasik haji di Firdaus Fatimatuz Zahra dan kunjungan ke destinasi bersejarah Lawang Sewu.

Ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan tersebut. Ustazah Hadizah, S.Sos, selaku pembina PR Muslimat NU Embong Kaliasin, menyampaikan bahwa ziarah muassis NU memiliki makna spiritual dan organisatoris yang sangat mendalam bagi warga NU.
“Ziarah ke makam muassis NU bertujuan untuk menghormati jasa para ulama, meneladani semangat perjuangan, serta memperkuat sanad keilmuan dan perjuangan Nahdlatul Ulama. Ini juga menjadi sarana mendoakan para pendahulu serta menguatkan nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujar Ustazah Hadizah.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan para kiai dalam mendirikan dan mengembangkan NU, sekaligus meneguhkan kesinambungan batin dan keilmuan antara generasi penerus dengan para muassis.

Sementara itu, KH. Aby Moch. Sumbri menegaskan bahwa wisata religi ini tidak sekadar perjalanan ziarah, melainkan sarana pembelajaran spiritual dan peneguhan nilai ke-NU-an.
“Wisata religi ini bukan hanya datang ke makam para ulama, tetapi mengambil hikmah dari perjuangan mereka, meneladani akhlak dan pengabdian para kiai, serta memperkuat keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan semakin menguatkan ukhuwah di antara jamaah Muslimat NU,” tutur KH. Aby.

Ketua Panitia Wisata Religi, Gunariati, yang akrab disapa Ibu Ria, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang penuh makna bagi Muslimat NU Embong Kaliasin.
“Semoga berkah wisata ziarah religi ini menjadikan Muslimat NU Embong Kaliasin semakin kompak dan tangguh. Kekurangan dalam hal teknis akan menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan bisa lebih baik. Semoga lelah kita menjadi lillah dan membawa berkah bagi panitia, jamaah, serta lingkungan kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan silaturahmi antaranggota Muslimat NU.
Ketua Ranting Muslimat NU Embong Kaliasin, Mulalinda Leksanani, yang akrab disapa Ibu Indah, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya wisata religi perdana tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini membuat persaudaraan ibu-ibu Muslimat semakin erat. Ilmu bertambah, keyakinan iman dan ibadah kita kepada Allah SWT juga semakin meningkat. Yang sebelumnya tidak tahu akhirnya menjadi tahu tentang sejarah para ulama,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Musrifah, salah satu peserta wisata religi yang merupakan anggota Muslimat NU dari Keputran Panjunan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman spiritual yang berkesan.
“Selain menambah keimanan, wisata religi ini juga menambah wawasan dan mempererat kebersamaan. Kami merasa semakin solid dan seperti satu keluarga besar. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan,” tuturnya.

Wisata religi perdana ini diharapkan menjadi awal dari agenda berkelanjutan Muslimat NU Embong Kaliasin dalam memperkuat spiritualitas, melestarikan tradisi ke-NU-an, mempererat konsolidasi jam’iyah, serta menumbuhkan semangat khidmah dan kebersamaan di tengah masyarakat. (why)

