Surabaya, Nusantaradigital.online – Dalam upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi generasi muda di bidang ekonomi digital, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Talenta Millennium Job Center (MJC) Inklusif di Hotel Java Paragon Surabaya, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Oktober 2025 ini, diikuti 70 talenta muda dari lima Bakorwil di Jawa Timur, yakni Malang, Madiun, Bojonegoro, Jember, dan Pamekasan. Dari total peserta tersebut, 20 orang merupakan penyandang disabilitas dan 50 orang non-disabilitas, menjadikan kegiatan ini sebagai wujud nyata inklusivitas dalam dunia kerja.

“Seluruh freelancer, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk kawan-kawan penyandang disabilitas, diberi kesempatan yang sama untuk berproses dan berkolaborasi,” ujar Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, dalam sambutannya saat membuka kegiatan.
Sigit menegaskan bahwa penyelenggaraan MJC Inklusif merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja berbasis digital.
“Kami memfasilitasi talenta muda agar mampu menjadi gig worker profesional dengan bekal keterampilan digital, fotografi, videografi, hingga live streaming,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Millennium Job Center (MJC) merupakan hasil sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan komunitas kreatif. Melalui konsep tiga pilar: talenta, mentor, dan klien, MJC membangun ekosistem freelancer yang kompetitif dan kondusif, diperkuat dengan pemanfaatan platform berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Yayasan Plan Internasional Indonesia, East Java Super Corridor (EJSC), dan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur. Para mentor memberikan pembekalan mulai dari pengembangan soft skill, strategi menjadi freelancer profesional, hingga pentingnya jaminan sosial bagi pekerja lepas.
Sigit Priyanto menutup sambutannya dengan pesan inspiratif bagi peserta.
“Gunakan workshop ini untuk memperluas jaringan dan memperdalam keterampilan. Semoga lahir freelancer profesional yang menjadi aset membanggakan bagi Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk ekosistem informasi dan jejaring kerja melalui program MJC.
“Kita ingin mengubah mindset masyarakat bahwa peluang kerja tidak hanya di sektor formal, tetapi juga di sektor informal yang kini berkembang pesat,” jelasnya.
Berdasarkan data BPS Jawa Timur per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Timur tercatat sebesar 3,61 persen atau sekitar 894,5 ribu orang. Melalui kegiatan seperti MJC, diharapkan angka pengangguran dapat terus menurun seiring meningkatnya keterampilan digital dan terbukanya peluang kerja baru di sektor kreatif dan ekonomi digital. (why)

