Moorlife Ekspor Perdana ke Rumania, Bank Jatim Perkuat Ekosistem Ekspor Nasional

Nganjuk, Nusantaradigital.online – Indonesia kembali mencatatkan langkah positif di kancah perdagangan global. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso secara resmi melepas ekspor empat kontainer produk peralatan rumah tangga berbahan plastik dengan merek Moorlife ke Filipina dan perdana ke Rumania. Total nilai ekspor kali ini mencapai US$ 411,73 ribu atau setara Rp 6,7 miliar.

Ekspor ini menjadi pencapaian penting karena Moorlife merupakan mitra binaan Bank Jatim sekaligus salah satu peserta Export Coaching Program (ECP) Jawa Timur 2025, sebuah program kolaborasi antara Bank Jatim dan Kementerian Perdagangan. Pelepasan ekspor turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, serta Founder & President Moorlife, Hermanto Tanoko.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menegaskan komitmen perbankan daerah dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional. Menurutnya, Bank Jatim tidak hanya berperan dalam menyediakan layanan keuangan yang fleksibel, tetapi juga memberi pendampingan perluasan pasar bagi para pelaku usaha.
“Dukungan dari mitra perbankan seperti Bank Jatim akan memperluas jangkauan Kementerian Perdagangan dalam membantu pelaku ekspor menghadapi ketidakpastian global. Dengan begitu, para eksportir baru dapat naik kelas hingga ke mancanegara,” jelas Winardi.

Winardi menambahkan, Bank Jatim secara rutin menggelar business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri, baik secara offline maupun online. Ia berharap kegiatan ekspor ini akan menciptakan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan mitra dagang internasional dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.
“Pelepasan ekspor bukan hanya seremoni, melainkan bentuk nyata kontribusi Bank Jatim dalam memperkuat posisi komoditas unggulan Jawa Timur di pasar global. Semoga hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam sambutannya menyatakan bahwa produk Indonesia kini semakin berdaya saing tinggi di pasar internasional. Ia menyoroti pergeseran struktur ekspor nasional yang kini didominasi oleh sektor industri pengolahan, menggantikan dominasi sektor pertambangan.
“Produk Indonesia terbukti mampu menembus pasar ekspor dengan kualitasnya. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat pasar dalam negeri sekaligus membendung serbuan produk impor,” ujar Budi.

Menurutnya, kinerja ekspor Moorlife yang terus meningkat memberi kontribusi positif terhadap perekonomian nasional, termasuk dalam hal penciptaan lapangan kerja. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus memperluas akses pasar melalui perundingan perdagangan dengan berbagai negara.
“Baru-baru ini, Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) berhasil diselesaikan, dan pada 24 September 2025 Indonesia juga menandatangani Indonesia-Canada CEPA. Ini adalah langkah strategis memperkuat penetrasi pasar global,” jelasnya.

Sepanjang Januari–Agustus 2025, Kemendag telah memfasilitasi 462 kegiatan penjajakan kerja sama bisnis dengan total nilai transaksi sebesar US$ 90,90 juta. Angka ini terdiri dari potensi transaksi senilai US$ 34,95 juta dan pesanan pembelian (purchase order) sebesar US$ 55,95 juta.

Selain itu, Budi menegaskan pentingnya program Export Coaching Program (ECP) Jawa Timur 2025 yang menjadi bukti sinergi pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan. “Jika sudah siap melakukan ekspor, pelaku usaha akan kami masukkan dalam program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor,” tutupnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights