Surabaya, Nusantaradigital.online – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI periode 2019–2024, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., menyampaikan orasi ilmiah dalam Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/10).
Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi dan Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, jajaran Forkopimda, dan seluruh unsur pemerintahan daerah, Mahfud MD mengajak masyarakat Jawa Timur untuk menjadikan momentum hari jadi sebagai ajang kontemplasi dan refleksi sejarah ketangguhan daerah ini dalam perjalanan Indonesia.

“Hari jadi bukan sekadar peringatan, tetapi momen untuk bertanya: bagaimana kita telah tumbuh, dan ke mana kita akan melangkah bersama Indonesia,” ujar Mahfud membuka orasinya.
Mahfud menegaskan bahwa sejak awal kemerdekaan, Jawa Timur memiliki peran fundamental dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Ia menyinggung peristiwa-peristiwa heroik di Surabaya yang menjadi titik balik perjuangan bangsa.
“Ketika dunia internasional belum mengakui Indonesia, ketika pemerintah pusat belum sepenuhnya terbentuk, rakyat Jawa Timur sudah tampil di garis depan perjuangan,” tegasnya.
Menurutnya, keberanian rakyat Jawa Timur dalam mempertahankan kemerdekaan menjadi bukti jiwa tangguh dan semangat gotong royong yang mengakar dalam kebudayaan masyarakatnya sejak masa Majapahit hingga kini.
“Kalau dihitung dari berdirinya Majapahit, Jawa Timur ini sesungguhnya sudah berumur lebih dari seribu tahun. Ia bukan hanya provinsi, tapi warisan peradaban yang membentuk semangat persatuan Indonesia,” kata Mahfud.
Mahfud juga menyoroti transformasi sosial-ekonomi bangsa sejak masa awal kemerdekaan hingga kini, di mana angka kemiskinan terus menurun seiring dengan pertumbuhan pendidikan dan pembangunan daerah.
Ia menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia yang semula 95% rakyatnya miskin pada awal kemerdekaan, kini berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 8%.
“Itu artinya, bangsa ini terus tumbuh. Dan Jawa Timur menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhan itu,” ungkapnya.
Mahfud mengapresiasi langkah-langkah pembangunan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang menekankan kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Jawa Timur tumbuh karena menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kekuatan moral budaya,” tambahnya.
Dalam bagian akhir orasinya, Mahfud menekankan pentingnya pesantren dan nilai-nilai akhlak sebagai pondasi moral pembangunan bangsa. Ia mengenang masa kecilnya di pesantren dan menegaskan bahwa lembaga pendidikan keagamaan itu harus terus dijaga dan diberdayakan.
“Pesantren adalah pusat kejujuran, kesederhanaan, dan karakter. Dari sinilah lahir para pemimpin bangsa yang berakhlak dan berintegritas,” ujarnya.
Mahfud juga menyinggung pentingnya kebebasan dan keadilan sosial yang merata.
“Masyarakat harus diberi kemerdekaan berpikir, berekonomi, dan berkeyakinan — semuanya untuk kebahagiaan dan kesejahteraan bersama,” tutup Mahfud. (why)

