
Surabaya, Nusantaradigital.online – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bersama PT Ladang Karya Husada (SIPLah Toko Ladang) semakin memperkuat kolaborasi strategisnya. Setelah menandatangani perjanjian kerja sama tahun lalu, kali ini kedua belah pihak sukses menggelar kegiatan bertajuk Salam Sapa UMKM di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim, Senin (28/7). Acara ini dihadiri Direktur Kepatuhan Bank Jatim Umi Rodiyah, Direktur Utama Toko Ladang Nur Hidayati, serta 250 pelaku UMKM dari seluruh Jawa Timur.
Umi Rodiyah menjelaskan, kegiatan ini menjadi momen penting bagi UMKM karena mengupas peluang besar digitalisasi di era ekonomi baru, sekaligus membuka akses pembiayaan dan pendampingan usaha.
“Dengan tema Sinergi Inovasi Digital, Dukungan Finansial, dan Pendampingan Usaha untuk UMKM Tangguh di Era Ekonomi Baru, kami berkomitmen untuk mendukung UMKM melakukan transformasi digital dalam pengadaan barang/jasa sehingga mereka bisa naik kelas,” ujar Umi.
Ia menambahkan, UMKM merupakan penopang utama perekonomian Jawa Timur. Karena itu, Bank Jatim tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga solusi promosi dan akses pasar.
“Intinya, kami akan terus berinovasi untuk memajukan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Umi menilai potensi pembiayaan UMKM masih sangat besar. Kolaborasi dengan Toko Ladang diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan portofolio kredit sekaligus mengembangkan bisnis merchant UMKM. “Kami berharap sinergi ini juga dapat mendukung kinerja kredit Bank Jatim ke depan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Toko Ladang Nur Hidayati memaparkan, SIPLah merupakan sistem digital dari Kemendikbudristek yang menghubungkan lebih dari 223.000 satuan pendidikan dengan 100.000 penyedia barang dan jasa melalui 15 mitra marketplace di seluruh Indonesia.
“Pada 2024, transaksi marketplace Toko Ladang di Jawa Timur mencatat angka yang signifikan. Di Surabaya, jumlah transaksi mencapai 93.390 dengan nilai Rp 330 miliar. Kabupaten Banyuwangi mencatat 74.143 transaksi senilai Rp 178 miliar, dan Kabupaten Kediri sebanyak 76.942 transaksi dengan nilai Rp 114 miliar,” jelas Nur.
Selain itu, jumlah merchant aktif Toko Ladang di Jawa Timur mencapai 12.699 merchant.
“Kerja sama dengan Bank Jatim ini menjadi langkah penting untuk memperluas pasar bagi ribuan UMKM dan membuka potensi pembiayaan yang besar. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Jawa Timur,” tutupnya. (why)
