Surabaya, Nusantaradigital.online — Menyambut tahun baru Islam 1447 Hijriah, PR Muslimat NU Kelurahan Embong Kaliasin menggelar kegiatan Gema Muharram dan Santunan Anak Yatim di Musholla Al-Muhajirot, Ahad (29/6). Kegiatan ini dihadiri oleh warga RW 12, jajaran tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim yang menjadi penerima santunan.
Acara diawali dengan pembacaan dzikir jama’i oleh Ustadzah Anik, dilanjutkan dengan rotib dan sholawat Syaikhona Kholil yang dipimpin Ustadzah Hadizah. Para jamaah kemudian bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muslimat NU, menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Lurah Embong Kaliasin, Sunardi saat Memberikan Santunan Kepada Anak-anak Yatim yang Hadir

Dalam sambutannya, Lurah Embong Kaliasin, Sunardi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Muslimat NU yang terus konsisten menggerakkan kegiatan sosial-keagamaan ditengah masyarakat.
“Saya sangat mendukung kegiatan santunan seperti ini. Anak-anak yatim adalah tanggung jawab bersama. Mereka harus diperhatikan, tidak hanya hari ini, tapi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak sejak dini.
“Anak-anak harus belajar sungguh-sungguh, hormat kepada orang tua, dan menjauhi pergaulan negatif. Ini tanggung jawab kita semua sebagai lingkungan yang membesarkan mereka,” tambahnya.
Ketua PR Muslimat NU Embong Kaliasin, Mulia Indah Leksanani, menyampaikan laporan kegiatan sekaligus ucapan terima kasih kepada para donatur dan warga yang telah berpartisipasi.
“Kami sangat bersyukur atas partisipasi bapak-ibu donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk santunan. Semoga ini menjadi amal jariyah dan mendatangkan keberkahan untuk semuanya,” ucapnya.
Acara juga dimeriahkan oleh penampilan Mahallul Qiyam dari grup samroh Humairah Geulis. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilakukan oleh Ustadzah Nur Khoiriyah, dan doa penutup dipimpin oleh Ibu Huzaimah.
Melalui kegiatan ini, Muslimat NU Embong Kaliasin ingin meneguhkan peran sosial-keagamaan dalam membina ukhuwah islamiyah serta mempererat empati terhadap anak-anak yatim. (why)

