Surabaya, Nusantaradigital.online — Komisi D DPRD Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mulai merealisasikan pelebaran jalan di berbagai titik strategis. Langkah ini dinilai tidak hanya penting untuk mengurai kemacetan, tetapi juga mendukung peningkatan konektivitas antar daerah dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Miseri Efendy, mengatakan bahwa proyek pelebaran jalan telah dianggarkan dalam APBD 2025. Jalan-jalan yang semula memiliki lebar 6 hingga 7 meter akan diperluas menjadi 10 hingga 11 meter guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengguna jalan.
“Pelebaran jalan ini teranggarkan di APBD 2025. Ini bagian dari komitmen kami bersama Pemprov untuk mendorong pemerataan pembangunan,” kata Miseri, Selasa (6/5/2025).
Berdasarkan data dari Dinas PU Bina Marga Jatim, beberapa ruas jalan yang akan diperlebar di antaranya:
-
Ploso – Batas Kota Jombang: Rp5,89 miliar
-
Batas Kota Lamongan – Batas Kabupaten Mojokerto: Rp21,41 miliar
-
Jalan Ponco – Jatirogo: Rp16,53 miliar
-
Jalan Maospati – Magetan: Rp32,15 miliar
-
Nganjuk – Kota Kediri: Rp21 miliar
-
Batas Kota Malang – Batas Kota Batu: Rp13,29 miliar
-
Lumajang – Jember: Rp15,31 miliar
-
Kasihan – Puger: Rp30 miliar
Miseri menambahkan, Komisi D juga telah meninjau langsung progres pelebaran jalan penghubung Kecamatan Arjosari (Pacitan) – Kecamatan Purwantoro (Wonogiri) dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,8 miliar. Namun masih terdapat sekitar 13 kilometer yang belum tertangani dan diharapkan dapat masuk dalam penganggaran tahun 2026.
“Dengan adanya perbaikan infrastruktur, tidak hanya melancarkan lalu lintas, tapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” harapnya.
Ia juga menyoroti kembali proyek pelebaran Jalan Maospati – Magetan yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 empat tahun lalu, namun kini dilanjutkan kembali setelah tuntasnya proses pembebasan lahan.
Secara keseluruhan, Dinas PU Bina Marga Jatim pada tahun 2025 menjalankan 20 proyek strategis pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan. Rinciannya meliputi pembangunan jalan (5 persen), pelebaran jalan (35 persen), pemeliharaan rutin (40 persen), pembangunan jembatan (15 persen), dan perbaikan jalan (5 persen).
Fokus pembangunan diarahkan pada wilayah Kediri, Jember, dan Pacitan guna mempercepat konektivitas dan menekan biaya logistik. Beberapa proyek prioritas lainnya antara lain pembangunan Jalan Akses PIMPA di Surabaya, pelebaran Jalan Maospati di Madiun, serta rekonstruksi Jembatan Kutorejo.
Pemerataan proyek dari Surabaya hingga Jember diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh wilayah di Jawa Timur, terutama dalam mendukung mobilitas, efisiensi transportasi, dan penguatan ekonomi daerah. (why/fo)
