Gubernur Jatim Tinjau Water Bombing Perdana di Area Karhutla Gunung Arjuno

Kegiatan water bombing perdana ini langsung ditinjau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dari Posko Darurat Penanganan Karhutla di kawasan Kaliandra, Desa Dayurejo Kec. Prigen, Kab. Pasuruan.

Malang, Nusantaradigital.online-Kebakaran hutan yang terjadi di area Gunung Arjuno, tepatnya di Bukit Budug Asu, Kec. Singosari, Kab. Malang, akhir Agustus lalu kini kian meluas.

 

Karenanya, Pemprov Jatim bersama BNPB bergerak cepat melakukan pemadaman melalui water bombing, yakni, pemadaman api melalui udara dengan menggunakan helikopter, Sabtu (2/9/2023).

 

Kegiatan water bombing perdana ini langsung ditinjau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dari Posko Darurat Penanganan Karhutla di kawasan Kaliandra, Desa Dayurejo Kec. Prigen, Kab. Pasuruan.

 

Selain melakukan pendalaman data kebakaran hutan dan lahan di area Gunung Arjuno, Gubernur juga meninjau langsung lokasi Karhutla melalui helikopter BNPB dengan nomer lambung PK-DAP.

 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BNPB yang telah membantu kegiatan water bombing ini. Kegiatan ini memang sangat penting mengingat luasan area terdampak karhutla sudah cukup luas hingga mencapai 1.200 hektar,” ujar Gubernur.

 

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar dan gabungan para relawan yang telah turut berjibaku menangani Karhutla di lereng Gunung Arjuno, selama beberapa hari terakhir.

 

“Sudah sebulan ini memang tidak hujan. Mungkin waktunya kita shalat istisqa’. Semoga ikhtiar yang kita lakukan memberikan hasil dan segera ada hujan sehingga ada pembasahan di lokasi area yang terbakar,” harapnya.

 

Turut mendampingi gubernur dalam kunjungan ini, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kadishut Jatim, Kadis PU Cipta Karya, Kepala Bakorwil Malang, Kabiro AP Setdaprov Jatim dan Tim Kedaruratan BNPB.

 

Hadir juga, Kabid KL Satriyo Nurseno dan Penata PB Ahli Madya, Sriyono.

 

Untuk hari ini, kegiatan water bombing dilakukan selama 13 kali dengan waktu sekitar 5 jam. Kegiatan ini dilakukan dengan sasaran Area Toyomarto dan Cendana.

 

Setelah dilakukan water bombing, api di Area Toyomarto terpantau sudah padam dan di area Cendana sebagian sudah dapat dipadamkan. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights