

Salah satu Bukit Keciri, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang membesar hingga malam hari dan belum padam hingga Rabu pagi.
Probolinggo, Nusantaradigital.online-Terpaan angin kencang di kawasan Gunung Bromo yang terjadi sepanjang hari Selasa (12/9/2023), membuat bara api membesar di beberapa titik.
Salah satunya di Bukit Keciri, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang membesar hingga malam hari dan belum padam hingga Rabu pagi.
Karenanya, dua helikopter BNPB, jenis Superpuma PK-DAN yang berkapasitas 4000 liter dan helikopter PK-DAP yang berkapasitas 800 liter, semuanya dikerahkan untuk menangani kebakaran di titik ini dengan cara water bombing.
Sayangnya, dua armada ini tidak bisa beroperasi maksimal karena cuaca berkabut tebal pada siang hari.
Akhirnya, sepanjang hari ini, Rabu (13/9/2023), helikopter PK-DAP hanya bisa melakukan operasi water bombing sebanyak 4 kali. Sedang helikopter Superpuma PK-DAN bisa melakukan water bombing 29 kali.
Selain di Bukit Keciri, sejumlah titik api juga muncul di area Bukit Teletubbies hingga area Watu Gede dan Posko Pantau Jemplang.
Untuk di beberapa titik ini, Tim BPBD Jatim bersama Tim TNBTS dan gabungan OPD – relawan melakukan operasi pemadaman dan pembasahan lewat darat.
Sejak pagi hingga sore hari, tim jalur darat ini telah berhasil memadamkan sejumlah titik bara api yang muncul. Diantaranya, 4 titik di area Watu Gede.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga berkesempatan turun langsung melakukan aksi pemadaman dan pembasahan di area tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada segenap tim dan relawan yang tidak pernah lelah terus berjibaku memadamkan api di area ini. Terutama juga, Tim BNPB yang terus mensupport upaya pemadaman Karhutla, baik di kawasan Gunung Bromo maupun Gunung Arjuno,” ujarnya.
Sementara, sejumlah Tim yang terlibat dalam operasi darat kali ini adalah,Tim BPBD, Tim TNBTS, Tim BPBD Kab. Probolinggo, Tim BPBD Kab. Malang, Patroli Karhutla Gabungan Polsek Poncokusumo, Tim Damkar Manggala AGNI Brigade Pengendali Kebakaran Hutan, perwakilan LMDH, TNI, Polri, dan masyarakat peduli api. (why)

