

Hari ini, Kamis (3/8/2023), telah dilangsungkan Kegiatan Sosialisasi Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Hotel Hayam Wuruk, Kabupaten Trenggalek.
Trenggalek, Nusantaradigital.online- Hari ini, Kamis (3/8/2023), telah dilangsungkan Kegiatan Sosialisasi Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Hotel Hayam Wuruk, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program IDRIP (Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project) ini diikuti berbagai elemen di Kabupaten Trenggalek, termasuk sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan pesisir Selatan Trenggalek, seperti, Kec. Panggul, Munjungan dan Watulimo.
Hadir dalam acara ini, Anggota DPR RI Komisi VIII, Inna Ammania, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohammad Natanagara, dan Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Hadir juga, Kalaksa BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, Kepala BMKG Nganjuk Sumber Harto, Forkopimda Trenggalek dan Penata PB Ahli Madya BPBD Jatim, Sriyono.
Direktur Kesiapsiagaan menyampaikan bahwa proses penyusunan Renkon Gempa Bumi dan Tsunami Trenggalek ini telah dilakukan sejak Februari lalu dengan melibatkan berbagai sektor penthahelix, termasuk masyarakat wilayah Selatan Trenggalek.
Ia berharap, Renkon ini bisa segera ditindaklanjuti Pemkab setempat untuk dijadikan payung hukum rujukan pelaksanaan penanggulangan bencana di Trenggalek. Mengingat kepemilikan produk hukum Renkon, kini telah menjadi persyaratan dalam SPM Sub Urusan Bencana setiap daerah.
Hal itu juga dikuatkan anggota DPR RI Inna Immania. Ia berharap, Renkon yang sudah dirampungkan Tim IDRIP ini bisa segera diproses menjadi produk hukum Pemkab Trenggalek.
Sementara, Kalaksa BPBD Jatim dalam kesempatan ini menyampaikan paparan tentang potensi bencana yang dimiliki Jatim, khususnya bencana tsunami.
Khusus di Trenggalek, ia juga menyampaikan potensi bencana ini dan sejumlah upaya kesiapsiagaan yang telah dilakukan BPBD Jatim. Diantaranya, program penguatan kapasitas masyarakat dan pemasangan sarana prasarana kebencanaan.
Seperti, Pembentukan Destana, SPAB, Sapa Destana ekspedisi tsunami bersama BNPB, pemasangan rambu bencana dan pemasangan EWS (Early Warning System).
Meski demikian, ia juga mengusulkan kepada anggota DPR RI untuk menambah sarana prasarana lain, seperti, pembangunan shelter, rambu evakuasi dan perbaikan jalan evakuasi.
Selain sejumlah paparan, kegiatan sosialisasi ini juga ditandai dengan penyerahan dokumen Renkon Gempa Bumi dan Tsunami oleh anggota DPR RI kepada Wabup Trenggalek Syah Muhammad Natanagara, dan dilanjutkan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Penyusunan Renkon Gempa Bumi dan Tsunami oleh perwakilan pejabat yang hadir. (why)

