
Selain dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendi, Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, acara ini juga diikuti Konjen Australia Fiona Hoggart.
Kab. Lamongan, Nusantaradigital.online-Puncak peringatan HKB Tingkat Nasional tahun ini yang pusatkan di Kec. Karangbinangun Kab. Lamongan, Selasa (16/5/2023), berlangsung sangat semarak.
Selain dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendi, Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, acara ini juga diikuti Konjen Australia Fiona Hoggart.
Hadir mewakili Gubernur Jatim, Sekdaprov Adhy Karyono dengan didampingi Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim.
Selain itu, sejumlah pejabat BNPB, anggota Komisi 8 DPR RI, Kalaksa BPBD sejumlah provinsi dan Kab/Kota di Jatim, serta sejumlah pimpinan NGO juga turut hadir dalam acara ini.
Puncak peringatan HKB Tingkat Nasional ini ditandai dengan pemukulan kentongan oleh pejabat yang hadir dan dilanjut dengan acara penanaman pohon di lapangan setempat.
Kegiatan penanaman pohon ini juga dilakukan secara serentak di 7 daerah yang menjadi lokasi acara HKB tahun ini, yakni, Kab. Sragen dan Kab. Blora Jawa Tengah, lalu Kab. Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik.
Di tujuh daerah ini juga dilakukan simulasi bencana banjir yang melibatkan berbagai elemen. Tidak kurang dari 2.950 orang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, peringatan HKB tahun ini dilaksanakan di dua provinsi, Jateng dan Jatim, tepatnya di daerah kawasan aliran Sungai Bengawan Solo.
“Simulasi bencana bukan pelajaran sekali seumur hidup, tapi upaya seumur hidup untuk membangun kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.”
Sejalan dengan itu, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, kesiapsiagaan harus dikembangkan menjadi kurikulum praktis agar dapat ditanamkan kepada anak usia dini.
Sementara, Sekdaprov Jatim, Adhi Karyono mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Jatim sebagai lokasi puncak peringatan HKB 2023.
Pemilihan tempat peringatan ini dipandang tepat, karena setiap tahun Lamongan selalu menjadi langganan banjir, termasuk Ngawi, Bojonegoro, Tuban dan Gresik. (why)

