BPBD Jatim Fasilitasi Rapat Persiapan Peringatan HKB Tahun 2023 Tingkat Nasional

Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bapak Pangarso Suryotomo.
Turut mendampingi, Bapak Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM dan Kalaksa BPBD Provinsi Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, S.Sos, M.Si. (foto atas) Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHIJawa Timur Wahyu Eka S (foto bawah)

Surabaya, Nusantaradigital.online–  Hari ini, Rabu (1/2/2023), telah dilangsungkan Rapat Persiapan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tingkat Nasional Tahun 2023 di Ruang Tangguh BPBD Jatim yang dipimpin langsung oleh Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo.

Turut mendampingi, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto SE, M.PSDM dan Kalaksa BPBD Provinsi Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, S.Sos, M.Si.

 

Rencananya, kegiatan HKB tahun ini akan mengambil tema “From Risk To Resilience” dengan fokus kegiatan di kawasan aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

Lantaran itulah, hadir dalam acara ini, Kalaksa dari sejumlah daerah di Jateng dan Jatim. Diantaranya, Kalaksa BPBD Kabupaten Blora Ibu Sri Wijanarsih, Kalaksa BPBD Kabupaten Sragen Bapak Agus Cahyono S.STP, Kalaksa Kabupaten Tuban Bapak Sudarmaji, Kalaksa BPBD Kab. Gresik Bapak Drs Darmawan M.Si, dan perwakilan BPBD Kab. Bojonegoro dan Lamongan.

Beberapa poin hasil rapat persiapan HKB 2023, diantaranya:

✓ Peringatan HKB tahun ini akan digelar dengan pendekatan kawasan, yakni, Kawasan Banjir Sungai Bengawan Solo.

✓ Peringatan HKB tahun ini akan melibatkan Destana Bengawan Solo yang telah dibentuk tahun 2021.

✓ Akan digelar latihan evakuasi mandiri yang akan dilangsungkan secara serentak pada Selasa, 18 Februari 2023, dengan diikuti Destana

✓  Peringatan HKB 2023 juga akan ditandai dengan penanaman pohon oleh Destana di sepanjang Sungai Bengawan

Hadir juga dalam rapat kali ini, Kabid PK Andhika N Sudigda, Tenaga ahli Kebencanaan Suban Wahyudiono, Sub Koordinator Sub Substansi Pencegahan Dadang Iqwandy dan Sub Koordinator Sub Substansi Kesiapsiagaan Apal Supendi. Serta Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto alias Mbah Darmo dan sejumlah pengurus FPRB Jatim.

 

Walhi Jatim : HKB Tidak Sekedar “Gimmick”

Sementara itu Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHIJawa Timur Wahyu Eka S saat dihubungi Lintas Nusantara menyampaikan bahwa pengusungan tema HKB sudah cukup bagus, tetapi tidak cukup bencana hanya dimaknai dengan bertahan dan bangkit saja, tetapi bagaimana pemaknaan bencana tersebut lepas dari keterpurukan dan mampu beranjak dengan memperbaiki apa yang sudah rusak dan mengelolanya dengan lebih baik.

“ Melihat Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB)  dengan Tema “From Risk To Resilience”, secara dasar kata ini bisa dilihat bahwa kita harus melampaui bencana, bertahan dan bangkit. Tetapi yang kami soroti disini, pemaknaan bencana tidak sekedar bertahan atau bangkit dalam hal lepas dari keterpurukan, tetapi bagaimana mampu beranjak dengan memperbaiki apa yang sudah rusak serta mengelola dengan lebih baik.” Ungkap Eka.  

Pengusungan tema sudah sangat baik, tetapi perlu dipertajam dengan aksi yang terkoneksi seperti tidak sekedar melihat bencana hanya satu faktor, tetapi akibat multi-faktor seperti ekonomi, spasial dan sosial.

Tentu, Eka berharap pemilihan kegiatan di Bengawan Solo harus dilakukan secara terencana, terukur dan terbuka, berbasis pendekatan “Nature Based Solution dan Fair Economic”, yaitu mereview bagaimana tumpang tindih kawasan, penertiban tambang ilegal dan legal yang menyalahi aturan, penataan kawasan berbasis komunitas dan ekosistem, serta koordinasi lintas stakeholder tentu semuanya itu harus dilakukan dalam jangka waktu yang terukur, sehingga tidak sekedar “gimmick” atau seremonial. Sebab, resiliensi dalam konteks ekologi adalah bangkit lalu pulih dan semakin baik, ada proses nature healing seperti revitalisasi kawasan, tandasnya. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights