Gelar Rakor Agen Informasi Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur  Tingkatkan Sinergi dan Respons Cepat

Malang, Nusantaradigital.online – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Agen Informasi Bencana di Savana Hotel & Convention Jalan Letjen Sutoyo Malang. Acara yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 7 Juni 2024 ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari BPBD kabupaten/kota se-Jawa Timur, instansi terkait, serta relawan bencana.

Dalam Laporannya Sekretaris BPBD Jawa Timur Andhika N. Sudigda menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi yang mempunyai  banyak ancaman bencana. “Sesuai dengan kadar resiko ada 14 ancaman bencana yang ada di wilayah kita dan data yang kami himpun selama 5 tahun terakhir, intensitas kejadian bencana ternyata tidak menurun justru meningkat, untuk itu dalam pelaksanaan penanggulangan bencana kami membentuk agen informasi bencana dalam mepercepat informasi kepada pimpinan sehingga dapat membuat keputusan yang cepat dan tepat,”ujarnya.   

Agenda utama Rakor kali ini meliputi pemaparan strategi peningkatan kapasitas agen informasi bencana, pembahasan mekanisme koordinasi antar lembaga, dan evaluasi sistem informasi kebencanaan yang saat ini diterapkan. Selain itu, dilakukan pula simulasi penanganan bencana untuk menguji kesiapan dan respons setiap agen informasi di lapangan.  “Agen tahun ini khn melengkapi kemampuan masing-masing personil,  setiap tahun kita memberikan diklat yang kemarin itu agen diajari bagaimana mengambil foto bagaimana membuat berita dan vertical rescue hari ini kita berikan lagi etika koordinasi, penganggaran, dan setiap tahun kita berikan pengetahuan yang bertambah,”katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto menekankan pentingnya sinergi antara agen informasi bencana dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang semakin kompleks dan dinamis. “Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara semua pihak terkait dalam penanganan bencana di wilayah Jawa Timur. Dengan demikian, diharapkan respons terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

 

 

Dalam sesi diskusi, Yasin perwakilan Agen Kab. Malang, berbagi pengalaman tentang penanganan bencana erupsi Gunung Semeru. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan dalam penanganan bencana tidak lepas dari koordinasi yang baik antara BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. “Kolaborasi yang solid dan informasi yang akurat sangat penting dalam mengurangi dampak bencana,” ungkapnya.

 

Selain itu, Rakor ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur , yang memberikan pemaparan tentang cegah hoaks dengan deteksi dini dan literasi masyarakat. Informasi ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan tanggap bencana.

 

Di penghujung acara, Gatot  berharap hasil Rakor ini dapat segera diimplementasikan dalam tugas sehari-hari. “Saya berharap semua agen informasi bencana dapat terus meningkatkan kompetensinya dan selalu siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan bencana. Mari kita wujudkan Jawa Timur yang tangguh bencana,” tutupnya.

 

Rakor ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem informasi kebencanaan yang lebih baik di Jawa Timur, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman bencana. (why)

 

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights