BPBD Jatim Bentuk Desa Tangguh Bencana, Perkuat Ketahanan Masyarakat Terhadap Risiko Bencana

Sidoarjo, Nusantaradigital.online – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus berupaya memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan dan mitigasi bencana secara mandiri.

 

“Kita berharap masyarakat bisa siap pada saat pra bencana saat bencana bahkan untuk pascah bencana. Kalau melihat tingkat kerawanan 1.742 wilayah yang punya potensi ancaman bencana, sehingga dari potensi tersebut maka BPBD Provinsi khususnya setiap tahun melakukan pembentukan destana yang awalnya 40 sekarang meningkat menjadi 70 wilayah. Dan untuk percepatan kami meminta kepada teman-teman kab/kota juga membentuk destana selain itu kami juga meminta kepada perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang kebencanaan bisa membentuk destana tersebut,”jelas Gatot Soebroto Kalaksa BPBD Jatim saat ditemui di kantornya Selasa (21/5).  

 

Bahkan dukungan juga mengalir dari Siap Siaga yang merupakan lembaga donor dari Australia, juga membentuk destana. “Mereka bahkan membuat pola percepatan pembentukan destana sehingga dalam satu kegiatan dapat membuat sampai 3 desa. Ini semua merupakan satu upaya kita untuk mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal penanggulangan bencana,”imbuhnya.  

 

Menurutnya, pemilihan lokasi destana sudah melalui peninjauan atau kajian terhadap wilayah tersebut, apakah setiap saat atau setiap tahun terdampak bencana baik itu banjir, longsor serta punya potensi besar, karena posisi desa tersebut berada di lereng, atau tepi kali sehingga punya potensi ancaman yang tinggi disitulah mendasari destana dibentuk.

 

Setelah dibentuknya destana, maka yang menjadi indikator keberhasilan dijelaskan Kalaksa Gatot yaitu saat bencana terjadi, masyarakat langsung membuka klaster, atau pos kesehatan dengan begitu, BPBD akan siap mensupport bantuan yang lainnya. “Jika memang mereka aktif maka kita bisa mensupport bantuan atau pendukung lainnya misalnya di wilayah tersebut langganan banjir maka, kita bisa memberikan bantuan perahu karet. Bahkan jika memang bencana itu terjadi setiap tahun, mereka membuat mitigasi banjir dengan melakukan penanaman pohon, dengan begitu, maka kita akan juga mensupport bibit pohon, itu bagian dari evaluasi yang kita lakukan,”jelasnya.  

 

Program Destana telah menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat yang terlibat. Salah satu contoh keberhasilan yaitu bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Pasuruan, bagaimana BPBD kab/kota bisa berkolaborasi dengan pengusaha setempat mendirikan dapur umum, dan mensuplai bahan makanan.

 

“Rata-rata sudah lebih mandiri, seperti wilayah-wilayah sudah sering terjadi bencana misalnya Pasuruan, Lamongan sehingga masyarakatnya itu lebih paham, bagaimana mereka menyiapkan diri pada bulan musim kemarau dan penghujan. Ini selalu menjadi penguatan kapasitas di masyarakat dari pembentukan destana tersebut,”ungkap Gatot.  

 

Program Destana melibatkan berbagai kegiatan pelatihan dan edukasi yang ditujukan untuk masyarakat setempat. Pelatihan ini mencakup pengetahuan dasar tentang jenis-jenis bencana, cara evakuasi yang aman, penggunaan alat-alat darurat, serta simulasi tanggap darurat. Selain itu, BPBD Jatim juga memberikan bantuan berupa peralatan kebencanaan seperti alat pemadam kebakaran, tenda darurat, serta bibit tanaman.

 

Meskipun begitu, BPBD Jatim masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasi program ini. Salah satunya adalah memastikan kesinambungan program dan keterlibatan aktif masyarakat dalam jangka panjang. Gatot mengakui bahwa diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta, untuk menjaga keberlanjutan Destana.

 

“Kami berharap dengan sinergi yang kuat antara semua pihak, program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Timur,” tambahnya.

 

Pembentukan Desa Tangguh Bencana oleh BPBD Jatim ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa diadopsi oleh daerah lain di Indonesia. Dengan demikian, ketahanan masyarakat terhadap bencana akan semakin kuat, dan dampak dari setiap bencana dapat diminimalisir dengan lebih efektif. (why)

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights