BPS Ungkap Wajah Ekonomi Terbaru Jawa Timur, Impor Melonjak, Produksi Padi dan Kesejahteraan Petani Menguat

Surabaya, Nusantaradigital.online – Perkembangan ekonomi Jawa Timur menunjukkan dinamika yang menarik. Ditengah kenaikan nilai impor dan tekanan harga sejumlah komoditas pangan, sektor pertanian justru memperlihatkan perkembangan positif. Produksi padi meningkat, sementara kesejahteraan petani juga menunjukkan penguatan.

Gambaran tersebut terungkap dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur pada Senin (2/11/2026). Rilis disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, MM.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah perkembangan inflasi Jawa Timur pada Oktober 2026. BPS mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) sebesar 0,07 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year-to-date (ytd) mencapai 2,14 persen dan inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 3,09 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,61.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai merah, cabai rawit, tomat, labu siam, dan ikan bandeng, turut memberikan andil terhadap inflasi bulanan. Perkembangan harga tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Di sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor dan impor Jawa Timur menunjukkan arah yang berbeda. Nilai ekspor selama Januari–September 2026 tercatat sebesar 21,26 miliar dolar AS, turun 7,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya, nilai impor mencapai 24,89 miliar dolar AS atau meningkat 15,51 persen. Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Jawa Timur selama Januari–September 2026 mengalami defisit sebesar 3,63 miliar dolar AS.

Meski demikian, sektor pertanian memberikan kabar positif. Luas panen padi di Jawa Timur pada 2026 diperkirakan mencapai 1,85 juta hektare, meningkat 0,71 persen dibandingkan 2025. Produksi padi diperkirakan mencapai 10,61 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 1,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penguatan juga terlihat dari indikator Nilai Tukar Petani (NTP). Pada Oktober 2026, NTP Jawa Timur tercatat sebesar 123,63 atau meningkat 2,12 persen. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya indeks harga yang diterima petani sebesar 2,49 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,36 persen.

Sementara itu, aktivitas pariwisata Jawa Timur masih menunjukkan pergerakan. BPS mencatat sebanyak 38.602 kunjungan wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Juanda selama September 2026. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 15,04 juta perjalanan.

Di bidang transportasi, jumlah kedatangan penumpang angkutan udara domestik ke Jawa Timur pada September 2026 mencapai 421,22 ribu orang. Kedatangan penumpang angkutan laut domestik tercatat sebanyak 111,35 ribu orang, sedangkan jumlah penumpang kereta api mencapai 2,32 juta orang.

Berbagai indikator tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian Jawa Timur bergerak dengan tantangan sekaligus peluang. Kenaikan impor dan dinamika harga pangan perlu menjadi perhatian, sementara peningkatan produksi padi dan NTP memberikan sinyal positif bagi sektor pertanian.

Data yang disampaikan BPS ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam membaca perkembangan ekonomi Jawa Timur. Statistik tidak sekadar menyajikan angka, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.(why)

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Berita Resmi Statistik, 2 November 2026.

By why hum

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights