Sidoarjo, Nusantaradigital.online – Rombongan Seruni Kabinet Merah Putih mengunjungi Galeri Batik Dekranasda Jawa Timur di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Jatim, Jumat (2/10/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 yang dipusatkan di Kota Surabaya.
Rombongan tersebut di antaranya diikuti Siti Komaladewi, istri Menteri Koperasi RI, serta Agustina Hastarini atau yang akrab disapa Tina Astari, istri Menteri UMKM RI.
Kehadiran mereka disambut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama istri, Arumi Bachsin, serta Kepala Diskop UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa beserta jajaran.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat langsung beragam koleksi batik yang dipamerkan di Galeri Batik Dekranasda Jatim. Mereka juga menyaksikan demonstrasi pembuatan batik tulis yang diperagakan siswa SMKN 12 Surabaya.
Dengan menggunakan canting dan malam, para siswa memperlihatkan tahapan pembuatan batik tulis. Proses tersebut menunjukkan bahwa membatik membutuhkan ketelitian, kesabaran, sekaligus kreativitas.
Keterlibatan siswa dalam demonstrasi tersebut menjadi gambaran pentingnya regenerasi perajin sekaligus pengenalan warisan budaya kepada generasi muda. Batik bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan memiliki nilai sejarah, keterampilan, kreativitas, hingga potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
Peringatan HBN 2026 tahun ini mengusung tema “Batik Berlayar”. Perayaan tersebut memberikan perhatian khusus terhadap kekayaan Batik Tulungagung sekaligus mendorong batik semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memadukan tradisi, kreativitas, dan ruang publik.
Di tengah perkembangan tren dan teknologi, batik dinilai memiliki peluang untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas budayanya. Kalangan muda juga memiliki ruang untuk mengembangkan batik melalui berbagai sektor, mulai fesyen, kriya, konten kreatif hingga inovasi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan pendekatan yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan gaya hidup, batik diharapkan tidak lagi dipandang sebagai produk yang hanya digunakan dalam acara formal. Sebaliknya, batik dapat menjadi bagian dari tren fesyen dan produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing.
Usai mengunjungi Galeri Batik Dekranasda Jatim, rombongan Seruni Kabinet Merah Putih melanjutkan kunjungan ke sejumlah pelaku usaha batik di Kota Surabaya, yakni Batik Dewi Saraswati dan Batik Okra.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung ekosistem usaha batik, mulai dari proses kreatif, produksi, hingga pengembangan produk yang dilakukan para pelaku usaha.
Momentum Hari Batik Nasional sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian batik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Tidak cukup hanya dengan mengenakan batik pada peringatan tertentu, keberlanjutannya juga memerlukan dukungan perajin, pelaku UMKM, desainer, generasi muda, pemerintah, dunia pendidikan, hingga masyarakat sebagai konsumen.(why)

